Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Meningkat, Jateng Pastikan Fasilitas Perawatan Aman

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo memastikan tempat tidur di rumah sakit, ICU, hingga tempat-tempat isolasi masih mencukupi untuk pasien Covid-19.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 30 November 2020  |  21:05 WIB
Ilustrasi - Seorang bayi tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Kudus, Jateng. - Antara
Ilustrasi - Seorang bayi tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Kudus, Jateng. - Antara

Bisnis.com, SEMARANG – Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan bahwa kondisi fasilitas kesehatan di provinsi tersebut masih aman meski terjadi kenaikan kasus positif Covid-19.

Menurutnya, tempat tidur di rumah sakit, ruang perawatan intensif atau ICU, hingga tempat-tempat isolasi lainnya masih mencukupi untuk perawatan pasien virus Corona.

Dia memerinci bahwa provinsi menyiapkan sekitar 6.000 tempat tidur untuk isolasi pasien di rumah sakit. Fasilitas itu baru terpakai hingga 74 persen.

“Sementara kalau ICU, kami menyiapkan sekitar 500 ICU, dan baru terpakai 44 persen. Untuk tempat tidur, sebenarnya total tempat tidur rumah sakit di Jateng itu ada 36.000 dan semuanya bisa dipakai untuk isolasi perawatan Covid-19 termasuk tempat lainnya,” jelasnya, Senin (30/11/2020).

Yulianto memastikan ketersediaan fasilitas itu di tengah upaya Jateng memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara pelacakan atatu tracing yang terus dilakukan. Apalagi, jumlah pemeriksaan atau testing di Jateng telah melampaui target tes yang ditetapkan WHO.

Dalam standar tes Covid-19 yang ditetapkan WHO, pemeriksaan yang harus dilakukan adalah 1 per 1.000 penduduk dalam kurun waktu satu minggu. Dengan jumlah penduduk Jawa Tengah sekitar 34 juta, maka standar pemeriksaan Covid-19 di provinsi ini mencapai 34.000 orang per minggu.

“Jumlah testing PCR di Jawa Tengah pada minggu ke-48 adalah 70.053 tes. Padahal sesuai target WHO yang mensyaratkan 1 per 1000 penduduk perminggu, seharusnya hanya 34.000 warga yang dites. Jadi, jumlah tes kita dua kali lebih tinggi dari target WHO,” kata Yulianto.

Yulianto menerangkan, tingginya tes di Jateng ini tentu berpengaruh pada tingginya angka kasus positif Covid-19. Pasalnya, semakin banyak tes yang dilakukan, maka akan semakin banyak kasus yang ditemukan.

“Ini yang perlu diketahui masyarakat. Jadi masyarakat harus paham, kalau kasus ditemukan banyak karena tesnya banyak, itu hal yang positif. Artinya, kita semua bisa tahu lebih dini, sehingga bisa memberikan respon yang lebih cepat. Kalau jumlah tesnya sedikit, tentunya yang diketahui hasilnya sedikit,” jelasnya.

Yulianto menerangkan, upaya menggejot testing sesuai target WHO sepertinya tidak dilakukan oleh semua daerah di Indonesia. Dia menyebut, masih banyak provinsi lain yang belum mencapai target tes yang ditetapkan WHO itu.

“Provinsi lain memang belum banyak yang sudah sesuai target WHO. Yang tidak mencapai itu masih banyak. Itu hanya perbandingan saja, ukurannya itu kan 1 per 1000 penduduk perminggu,” tegasnya.

Tingginya testing tersebut lanjut Yulianto memang berdampak pada tingginya angka positif Covid-19 di provinsi yang dipimpin oleh Ganjar Pranowo ini. Namun dengan masifnya pengetesan, dapat diketahui siapa saja yang positif, sehingga dapat dilakukan penanganan atau treatment dengan baik dan benar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng ganjar pranowo Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top