Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wisatawan Domestik Topang Pemulihan Okupansi Hotel Jateng

Dalam kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, sebagian masyarakat mulai merasa jenuh sehingga butuh hiburan. Pengelola hotel bisa memanfaatkan peluang ini untuk menawarkan promo khusus seperti paket menginap yang dipadukan dengan aktivitas hiburan di luar ruangan (outdoor activities).
Farodilah Muqoddam
Farodilah Muqoddam - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  16:29 WIB
Para pengurus dan anggota Indonesia Hotel GM Association (HGMA) DPD Jateng  berfoto bersama seusai menggelar seminar
Para pengurus dan anggota Indonesia Hotel GM Association (HGMA) DPD Jateng berfoto bersama seusai menggelar seminar "Business Outlook Pariwisata Jawa Tengah 2021" di Grand Candi Hotel Semarang, Selasa (1/12 - 2020).

Bisnis.com, SEMARANG— Tingkat penghunian kamar atau okupansi hotel di Jawa Tengah sudah mulai meningkat seiring dengan semakin bergeliatnya aktivitas masyarakat. Wisatawan domestik menjadi tumpuan ketika wisatawan asing terhambat masuk akibat pandemi Covid-19.

Sugeng Sugiantoro, Kepala Badan Promosi Pariwisata Jateng, mengatakan bahwa bisnis perhotelan di Jawa Tengah secara umum ditopang oleh aktivitas pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition/MICE). Ketika pandemi Covid-19 melanda, aktivitas tersebut terhenti sehingga bisnis hotel terpuruk.

Ketika pemerintah telah melakukan pelonggaran pembatasan sosial dan aktivitas masyarakat mulai bergerak, tingkat okupansi hotel secara perlahan semakin meningkat. Namun demikian, Sugeng memperkirakan pemulihan sektor ini baru akan benar-benar terjadi ketika pemerintah telah berhasil menangani pandemi sehingga masyarakat tidak khawatir untuk beraktivitas di luar rumah.

Di sisi lain, menurut Sugeng, para pelaku industri perhotelan juga perlu terus beradaptasi untuk memanfaatkan ceruk bisnis yang mulai terbuka. Penerapan protokol kesehatan menjadi syarat wajib untuk menjamin keselamatan para tamu dan pegawai hotel.

Dalam kondisi pandemi yang berkepanjangan, sebagian masyarakat mulai merasa jenuh sehingga butuh hiburan. Pengelola hotel bisa memanfaatkan peluang ini untuk menawarkan promo khusus seperti paket menginap yang dipadukan dengan aktivitas hiburan di luar ruangan (outdoor activities).

“Saat ini market domestik masih tumbuh, khususnya leisure market. Wisatawan domestik ini justru memiliki buying power bagus sekali sehingga perlu terus digali,” ujarnya ,” ujarnya dalam seminar “Business Outlook Pariwisata Jawa Tengah 2021” yang diselenggarakan oleh Indonesia Hotel GM Association (HGMA) DPD Jateng  di Grand Candi Hotel Semarang, Selasa (1/12/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direktur Kepala Kelompok Perumusan KEKDA Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah Berry A. Harahap menyampaikan bahwa industri pariwisata, termasuk di dalamnya sektor perhotelan, sudah memulai proses rebound sejak kuartal III/2020.

Akan tetapi, pemulihan kondisi secara menyeluruh diperkirakan masih berjalan lambat hingga tahun depan. “Pemulihannya bergerak pelan-pelan, diperkirakan akan kembali normal pada kuartal IV/2021,” ujarnya.

Pelonggaran pembatasan sosial, disertai pembukaan destinasi pariwisata lokal, telah menggerakkan sektor pariwisata. Sejumlah indikator seperti pertumbuhan PDRB di sektor akomodasi dan restoran, tingkat hunian hotel,  angkutan kendaraan, dan jumlah pengunjung tempat wisata, telah mengkonfirmasi bahwa industri pariwisata telah mulai menggeliat.

GM Grand Candi Hotel Semarang Julia SKB mengatakan bahwa pemulihan industri perhotelan sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait dengan penanganan pandemi Covid-19. Julia mencontohkan ketika pemerintah daerah menetapkan batasan jumlah orang yang berkumpul dalam satu ruangan, maka hotel menyesuaikannya dengan paket layanan yang disediakan.

“Seperti paket wedding, atau paket meeting, itu kami sesuaikan kapasitasnya. Kami dari pihak hotel akan selalu menyesuaikan aturan yang berlaku,” tambahnya.  

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Tengah pada Oktober 2020 sebesar 35,05%, naik dibandingkan dengan posisi pada September 2020 yang sebesar 28,13%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel semarang
Editor : Farodilah Muqoddam
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top