Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemulihan Ekonomi DIY Sudah Mulai Berjalan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan mengatakan bahwa pemulihan perekonomian di DIY sudah dimulai pada tahun ini, meskipun hingga akhir tahun diperkirakan masih akan mengalami kontraksi pada kisaran 2,3%-1,9%.
Muhammad Faisal Nur Ikhsan
Muhammad Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  16:06 WIB
(Dari kiri) Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Miyono, Sekda DIY R. Kadarmanta Baskara Aji, Kepala Perwakilan BI DIY Hilman Tisnawan, Ketua ISEI DIY Eko Suwardi dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 di Yogyakarta, Kamis (3/12 - 2020).
(Dari kiri) Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Miyono, Sekda DIY R. Kadarmanta Baskara Aji, Kepala Perwakilan BI DIY Hilman Tisnawan, Ketua ISEI DIY Eko Suwardi dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 di Yogyakarta, Kamis (3/12 - 2020).

Bisnis.com, YOGYAKARTA — Bank Indonesia DIY memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta akan mulai pulih pada 2021 dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 3,9%-4,3%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan mengatakan bahwa pemulihan perekonomian di DIY sudah dimulai pada tahun ini, meskipun hingga akhir tahun diperkirakan masih akan mengalami kontraksi pada kisaran 2,3%-1,9%.

“DIY telah melewati puncak tekanan pada kuartal II/2020 lalu, dan saat ini ekonomi DIY perlahan mulai pulih,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (3/12/2020).

Pada tahun 2021, perbaikan kinerja ekonomi juga berpotensi meningkatkan inflasi, utamanya dari kelompok inti dan harga pangan. Inflasi DIY pada tahun depan diperkirakan akan berada di sekitar titik tengah sasaran inflasi.

Sementara itu, inflasi DIY pada tahun ini diperkirakan berada di kisaran 1,3%-1,7%, lebih rendah dari sasaran semula yakni 3%.

Hilman mengatakan bahwa pandemi Covid-19 membuat tahun ini sangat menantang bagi perekonomian DIY. Sektor pariwisata dan pendidikan sempat mengalami kontraksi yang cukup dalam. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat.

Namun demikian, lanjut Hilman, implementasi Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta kolaborasi berbagai pihak telah menunjukan hasil yang positif.

Sebagai upaya untuk memajukan ekonomi, BI DIY telah menjalin program kolaborasi pentahelix dengan berbagai pihak. Mulai dari forum diskusi ekonomi, kerja sama percepatan pemulihan pariwisata, digitalisasi pasar tradisional dan produk UMKM, hingga upaya pengendalian inflasi di DIY.

Hilman juga mengklaim bahwa pelonggaran likuiditas perbankan yang dilakukan Bank Indonesia DIY telah mampu menjaga stabilitas sistem keuangan. Ia menyampaikan bahwa likuiditas perbankan di DIY telah lebih dari cukup, sehingga mampu untuk mendukung restrukturisasi kredit yang terdampak pandemi. “Kami meyakini, perbaikan ekonomi pada 2021 akan mendorong intermediasi perbankan di DIY,” tambahnya.

Sinergi dan kerjasama antar lembaga akan terus dilakukan BI untuk memastikan pemulihan ekonomi di DIY. “Dengan sinergi itulah DIY menunjukkan ketahanan [dalam] menghadapi dinamika Coiv-19 maupun ekonomi global. Dengan sinergi, transformasi, dan inovasi, kami optimis DIY akan [mampu] mendorong Indonesia menuju negara maju yang semakin sejahtera,” jelasnya. 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Pertumbuhan Ekonomi diy
Editor : Farodilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top