Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Produk Perikanan Jateng Menurun pada 2020

Produk perikanan Jawa Tengah secara total mampu diserap oleh 28 negara tujuan di luar negeri, dengan total jenis komoditi sebanyak 63 jenis produk.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  12:25 WIB
Ekspor perikanan Jawa Tengah.
Ekspor perikanan Jawa Tengah.

Bisnis.com, SEMARANG - Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang mencatat ada penurunan ekspor perikanan Jawa Tengah selama 2020

Data BKIPM Semarang menyebutkan produk perikanan yang diekspor selama tahun 2020 mencapai 7.172 Ton. Secara nilai menurun sebesar Rp2,78 triliun dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp2,91 triliun.

Kepala BKIPM Semarang Raden Gatot Perdana mengatakan produk perikanan Jawa Tengah secara total mampu diserap oleh 28 negara tujuan di luar negeri, dengan total jenis komoditi sebanyak 63 jenis produk.

"Sebagai produk perikanan yang menjadi 10 peringkat tertinggi menurut nilai dari 63 produk perikanan di antaranya adalah daging rajungan, surimi, daging nila, makarel, cumi-cumi, tepung ikan, udang putih, sotong, bloso, daging kakap," kata Gatot, Selasa (19/1/2021).

Ia menambahkan komoditi daging rajungan menyumbang nilai sebesar Rp981 miliar, surimi Rp75 miliar, daging nila Rp71 miliar, makarel Rp53 miliar, cumi-cumi Rp52 miliar, tepung ikan Rp48 miliar, udang putih Rp28 miliar, Sotong Rp9 miliar, bloso Rp8 miliar, dan daging kakap Rp7 miliar.

Selanjutnya, terdapat 10 negara tujuan ekspor tertinggi dari 28 negara tujuan ekspor. Negara tersebut di antaranya Amerika Serikat, Jepang, China, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Singapura, Hong Kong, Vietnam.

Menurutnya, Amerika Serikat menduduki peringkat teratas, sebanyak Rp1,05 triliun produk perikanan Jawa Tengah terserap di negara tersebut. Sementara, Vietnam masuk dalam peringkat 10 besar negara tujuan ekspor dengan nilai sebesar Rp47 miliar.

"Sementara itu, frekuensi ekspor produk perikanan di Jateng sebanyak 192 kali," tambahnya.

Sementara itu, impor produk perikanan dari Januari - Desember 2020 sebanyak 7.172 Ton dengan 17 jenis komoditi produk perikanan, 18 negara importir, dan 192 jumlah frekuensi.

"Produk perikanan yang menempati 5 peringkat tertinggi dari 17 komoditi di antaranya, Frozen makarel, frozen surimi, frozen sardines, sisik Ikan kering, dan siquid liver powder," ucapnya.

Dia menerangkan, China menjadi negara importir tertinggi dari 18 negara pengimpor. Sebanyak 2.212 ton produk perikanan diimpor dari negara tersebut. Sedangkan, India menempati posisi 5 dengan 492 ton.

"Harapannya adalah kualitas produk perikanan Jawa Tengah agar semakin baik lagi untuk mempertahankan kepercayaan dan daya saing di pasar global, selain itu pengembangan diversifikasi produk perikanan juga perlu dikembangkan sehingga mampu meningkatkan nilai jualnya," katanya. (k28)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng perikanan
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top