Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Padat Karya Jadi Tumpuan Pemulihan Ekonomi Banyumas

Pemerintah Kabupaten Banyumas siap jemput bola dalam melayani calon investor yang masuk. Kemudahan tersebut diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru di tengah kondisi pandemi Covid-19.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  00:32 WIB
Industri Padat Karya Jadi Tumpuan Pemulihan Ekonomi Banyumas
Ilustrasi - Antara
Bagikan

Bisnis.com, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas membuka lebar kesempatan untuk berinvestasi di daerahnya. Hal tersebut dilakukan demi mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Kalau ada [proyek investasi] padat karya, kalau langsung bisa merekrut 500 orang tenaga kerja, [pengurusan] ijin [dilakukan secara] jemput bola. Kita yang akan ambil persyaratannya, mereka [investor] tinggal duduk manis saja,” jelas Bupati Banyumas Achmad Husein, Senin (8/3/2021).

Kepada Bisnis, Husein menjelaskan bahwa kemudahan tersebut diberikan guna meningkatkan daya saing Kabupaten Banyumas di mata investor. “[Industri] tekstil sudah masuk, sekarang pabrik sepatu, lagi saya dekati terus,” jawabnya ketika ditemui di sela-sela kegiatannya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menyiapkan kawasan industri garmen di Blok Sekti, Desa Randegan, Kecamatan Wangon, Banyumas. Tak hanya garmen, kawasan industri lainnya juga bakal disiapkan untuk menampung calon investor. “Niatnya 250 hektare, tapi yang baru kita bebaskan masih 50 hektare. Seharusnya 2023 [sudah bisa operasional] cuma ini kena Covid-19 [sehingga anggarannya dialihkan,]” jelas Husein.

Selain sektor industri padat karya, Kabupaten Banyumas juga dikenal dengan berbagai komoditas berbasis ekspor. Misalnya saja minyak atsiri, gula kristal, serta produk pertanian seperti pala dan porang.

Hasil bumi lainnya yang ekspor-ekspor banyak itu. Kalau gula kristal ke Belanda, India ada, Arab ada, hampir ke seluruh dunia. Disini yang dicari karena kualitasnya sudah internasional,” jelas Husein.

Pemerintah tengah memberi perhatian khusus kepada sektor industri dan usaha ekspor-impor di tanah air. Pasalnya, peningkatan daya saing sektor industri diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional di masa pandemi.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, pada tahun 2020 kontribusi sektor industri pengolahan mencapai 17,89 persen.

“Tahun 2020, ekspor sektor industri mencapai US$131,13 miliar atau berkontribusi sebesar 80,30 persen dari total ekspor nasional. Sedangkan, nilai investasi sektor industri pada tahun 2020 sebesar Rp272,9 triliun, meningkat dibanding tahun 2019 yang mencapai Rp216 triliun,” jelas Eko S.A. Cahyanto, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian.

 

Dalam keterangan resmi tertanggal 7 Maret 2021, Kementerian Perindustrian bakal mendorong industri tanah air untuk dapat melakukan perluasan pasar ekspor, khususnya ke pasar non-tradisional seperti Afrika, Asia Selatan, dan Eropa Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top