Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Pariwisata Jateng Terima 314 Sertifikat CHSE

Sertifikat tersebut diberikan kepada pengelola hotel, rumah makan, homestay, daerah tujuan wisata, hingga objek wisata arung jeram di Provinsi Jawa Tengah.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 06 April 2021  |  15:47 WIB
Noormans Hotel Semarang telah mendapatkan sertifikasi protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety, and Environment (CHSE) yang diterbitkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Noormans Hotel Semarang telah mendapatkan sertifikasi protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety, and Environment (CHSE) yang diterbitkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Bisnis.com, SEMARANG – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 314 sertifikat Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE) telah diterima pelaku industri pariwisata di Jawa Tengah.

Kepala Bidang Pemasaran Disporapar Provinsi Jawa Tengah Irawan mengungkapkan bahwa sertifikat tersebut diberikan tak hanya bagi pengelola hotel ataupun restoran, pengelola destinasi wisata di Jawa Tengah juga telah menerima sertifikat tersebut.

“Ada, tapi kan CHSE itu selain hotel, Daya Tarik Wisata (DTW), restoran, juga untuk desa wisata juga,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (6/4/2021).

Sertifikasi CHSE tersebut telah dilakukan di 204 hotel, 80 restoran dan rumah makan, 8 homestay, 21 DTW, dan 1 objek wisata arung jeram di Jawa Tengah.

Terkait libur paskah pada pekan lalu, Irawan menyampaikan bahwa belum ada laporan mengenai jumlah kunjungan pada periode tersebut. “Ini kebetulan dari jumlah objek wisata di Jawa Tengah yang totalnya ada 690 di 35 Kabupaten dan Kota ini belum ada laporan,” jelas Irawan.

Meskipun demikian, Irawan memperkirakan bahwa momen libur paskah bakal memberikan dampak positif pada jumlah kunjungan wisatawan di Jawa Tengah, khususnya dari wisatawan dalam negeri.

“Biasanya ada kenaikan, paling 5 – 10 persen, tetapi kan kita juga dengan protokol kesehatan yang ketat, kapasitas dibatasi, jam operasional dibatasi,” jelasnya.

Secara umum, jumlah kunjungan wisatawan di Jawa Tengah masih menunjukkan tren yang fluktuatif. “Kalau kemarin trennya itu di bulan Januari itu kita total itu wisatawan ada 1.000.377 orang, kemudian di bulan Februari terjadi penurunan di 689.104 orang. Kemungkinan Maret kemarin trennya ada kenaikan seperti bulan kemarin,” jelas Irawan.

Tak hanya jumlah kunjungan, indikator Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Jawa Tengah juga menunjukkan hal serupa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, jumlah TPK pada bulan Februari berada di angka 26,61 poin. Angka tersebut menujukkan kenaikan 1,91 poin apabila dibandingkan dengan bulan Januari 2021. Meskipun demikian, secara year-on-year angka tersebut masih mengalami kontraksi di minus 19,72 poin.

Rata-rata Lama Menginap (RLM) hotel berbintang di Jawa Tengah juga masih mengalami kontraksi. Pada bulan Februari 2021, RLM berada di angka 1,30 malam. Baik secara month-to-month ataupun year-on-year, angka tersebut tak banyak berubah. Dibandingkan dengan bulan Januari 2021, RLM di bulan Februari mengalami penurunan 0,05 poin. Sementara itu, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, angkanya juga mengalami penurunan 0,03 poin.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top