Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terima Bantuan RMU, Kesejahteraan Petani Kebumen Diharapkan Meningkat

Rice Milling Unit baru tersebut memiliki kapasitas produksi sebanyak 3 ton per jam. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi beras di Kabupaten Kebumen.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 28 Mei 2021  |  14:53 WIB
Ilustrasi/Antara - Ruth Intan Sozometa Kanafi
Ilustrasi/Antara - Ruth Intan Sozometa Kanafi

Bisnis.com, KEBUMEN – Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, berharap agar produktivitas petani padi di Kebumen dapat meningkat. Hal tersebut disampaikan seiring dengan mulai beroperasinya rice milling unit (RMU) atau Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Desa Kaliputih, Kutowinangun.

“SPBT mampu membantu peningkatan produksi beras dan kesejahteraan untuk kurang lebih 170 ribu petani di Kebumen,” jelas Arif dalam keterangan resminya, Jumat (28/5/2021).

RMU tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat lewat Bank Mandiri dan PT. Pertamina Persero sebagai BUMN. “Pihak BUMN membantu pembelian hasil panen sampai penjualan premium. Mereka juga akan diberikan pelatihan dan pendampingan,” jelasnya saat meninjau fasilitas tersebut.

Dilaporkan, kapasitas produksi RMU tersebut mencapai 3 ton per jam. Untuk mengelola fasilitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Kebumen menunjuk PT. Mitra Desa Kebumen. Perusahaan tersebut merupakan hasil kerjasama Koperasi Migatani Lestari Mandiri bersama PT. Mitra BUMDes Nusantara.

Selain mengolah hasil panen petani, fasilitas tersebut juga bakal menjual berbagai kebutuhan sarana produksi pertanian dan pupuk. Tak hanya itu, sejumlah program dukungan bagi petani juga telah disiapkan. Seperti program pembinaan budidaya tanam dengan sistem smart and corporate farming, akses permodalan, bank gabah, serta penyaluran dana bergulir.

Erick Thohir selaku Menteri BUMN juga ikut meninjau fasilitas tersebut. Menurutnya, SPBT yang telah beroperasi tersebut bakal membantu petani, terutama pada masa panen dan pascapanen. Tak hanya itu, fasilitas tersebut juga dapat meningkatkan daya saing petani Jawa Tengah.

“Penggilingan beras ini tak hanya akan meningkatkan produktivitas petani untuk menghasilkan beras yang premium, namun juga mewujudkan ketahanan pangan,” tambahnya.

Pembangunan fasilitas produksi tersebut merupakan usaha pemerintah untuk meningkatkan kapasitas produksi pertanian di Jawa Tengah, khususnya di Kebumen. Pasalnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, kapasitas produksi beras dan padi di Jawa Tengah pada tahun 2020 sempat mengalami penurunan.

Berdasarkan data BPS, kapasitas produksi padi di Jawa Tengah pada tahun 2018 mencapai 9.512.434 ton. Angka tersebut mengalami peningkatan pada tahun 2019 yang tercatat mencapai 9.655.654 ton. Meskipun demikian, pada tahun 2020, kapasitas produksinya hanya tercatat di 9.586.911 ton.

Kapasitas produksi beras juga tercatat mengalami penurunan. Pada tahun 2018 angkanya mencapai 5.442.034 ton. Mengalami peningkatan pada tahun 2019 hingga mencapai 5.523.969 ton. Dan turun di tahun berikutnya, 5.484.641 ton.

Sementara itu, di Kabupaten Kebumen, produksi beras pada tahun 2019 mencapai 244.380 ton. Namun, pada tahun berikutnya, kapasitas produksi beras di Kebumen bahkan tak mampu menembus 200.000 ton. BPS mencatat Kabupaten Kebumen hanya mampu memproduksi 199.611 ton beras pada tahun 2020.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top