Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelajah Investasi: Peran Penting Pasokan Energi bagi Kawasan Industri Pantura

Pengembangan kawasan industri di wilayah utara Jawa Tengah perlu didukung oleh sistem distribusi energi yang baik.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 03 September 2021  |  05:56 WIB
Pembangunan Kawasan Industri Batang di Ketanggan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah./Antara - Harviyan Perdana Putra
Pembangunan Kawasan Industri Batang di Ketanggan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah./Antara - Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, SEMARANG – Tak hanya mendukung mata rantai produksi industri manufaktur, pasokan energi ke kawasan industri di pantai utara Jawa juga memiliki peran yang vital bagi pengembangan investasi di kawasan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M. Firdaus Muttaqin kepada tim Jelajah Investasi Jabar Jateng 2021.

“[Pasokan energi di Jawa Tengah selama] ini kan masih tergantung PLN. Nah jalur gas dari timur ke barat di tengah-tengah masih kosong. Ini yang mesti diperhatikan. Selama ini perlu diperhatikan karena pasokan gasnya terbatas. Kalau diselesaikan pasti lebih banyak investor lain yang akan masuk,” jelas Firdaus, Rabu (2/9/2021).

Dalam catatan Bisnis, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) merencanakan pengembangan infrastruktur pipa gas bumi di Cirebon – Semarang. Nantinya, jalur transmisi tersebut bakal mendukung kebutuhan gas bumi di kawasan industri Jawa bagian selatan.

Jaringan pipa transmisi Cirebon – Semarang juga bakal mendukung aktivitas di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang disalurkan melalui jaringan Semarang – Batang. 

Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Ahmad Fauzie Nur menyebut komitmen tersebut perlu diapresiasi. Pasalnya, hingga saat ini, pasokan energi dari PT PLN telah mampu mendukung aktivitas industri di KIW.

“Di Batang pun sudah ada komitmen serupa dari PLN. Selain itu, kita perlu akui juga bahwa Jawa oversupply energi,” jelasnya.

Meskipun demikian, Fauzie memberikan catatan pasokan energi khususnya di Jawa Tengah masih perlu terus diperluas. Ekspansi jalur distribusi tersebut juga tak terbatas pada energi berbahan bakar fosil, tapi juga energi alternatif atau Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Brebes masih dalam jangkauan PLN dan bukan berarti kita menutup kesempatan atau kemungkinan untuk menggunakan alternatif energi, [yang] lebih green, seperti panel surya dan beberapa alternatif energi selain fosil. Kita open, termasuk di KITB,” jelas Fauzie.

KIW sendiri merupakan salah satu perusahaan yang ambil bagian dalam menangani pengembangan beberapa kawasan industri di Jawa Tengah. Di KITB, KIW merupakan satu dari tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyetorkan modal awal usaha.

Adapun, komposisi kepemilikan KITB terdiri dari KIW, PT Perkebunan Nusantara IX, PT Pembangunan Perumahan Tbk., juga Perumda Batang. Sementara itu, KIW juga menjadi pengelola dari Kawasan Industri Brebes.

Liputan ini merupakan bagian dari program Jelajah Investasi Jabar Jateng 2021. Program Jelajah Investasi Jabar Jateng 2021 diselenggarakan atas dukungan para sponsor yakni DPMPTSP Jawa Barat, Diskominfo Jawa Barat, PT Migas Hulu Jabar (MUJ), PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB), Bank Indonesia Jateng, Bank BJB, JNE Regional Jawa Barat, Bank Indonesia Jateng, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, Bank Jateng Syariah, JNE Regional Jateng, XL Axiata, dan Daihatsu Semarang.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng Jelajah Investasi
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top