Bisnis.com, SEMARANG - Bank Indonesia terus melakukan perluasan digitalisasi dengan membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Pribadi Santoso mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membentuk 1 TP2DD dan 35 TP2DD di tingkat Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.
"Terbentuknya TP2DD tersebut merupakan sinergi seluruh pemerintah di Jawa Tengah dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah," katanya, Kamis (9/9/2021).
Adapun, pada kesempatan yang sama dilakukan pembukaan Jateng Digital Festival merupakan acara pengukuhan seluruh TP2DD se-Jawa Tengah yang dirangkai dengan sharing session mengenai bagaimana penerapan digitalisasi di berbagai sendi ekonomi.
Dia menjelaskan, untuk mengoptimalkan peran digitalisasi dalam mendorong pemulihan ekonomi di daerah, sinergi berbagai pihak sangat penting.
"Digitalisasi diharapkan dapat diaplikasikan pada berbagai sendi aktivitas perekonomian, mulai dari mendukung optimalisasi produksi, kelancaran perdagangan antar daerah, dan pemasaran berbagai komoditas secara lebih efisien," tambahnya
Baca Juga
Untuk itu, lanjut dia kolaborasi antar TP2DD dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) merupakan sinergi yang sangat penting. Perluasan digitalisasi yang dimotori oleh TP2DD, disertai dengan stabilisasi harga yang digawangi oleh TPID akan perekonomian Jawa Tengah.
Pribadi menjelaskan, perkembangan digitalisasi di Jawa Tengah sangat signifikan, tercermin dari tingginya merchant pengguna QRIS yang mencapai 673.000, pertumbuhan agen Layanan Keuangan Digital sebesar 10,6 persen (yoy) dan peningkatan penggunaan nominal uang elektronik yang tumbuh 64,3 persen (yoy).
Sebagai informasi, Jateng Digital Festival yang diselenggarakan secara hybrid, dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan meliputi pemerintah provinsi, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat umum. (k28)