Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelaku Bisnis Hotel Jateng Pertanyakan Efektivitas CHSE

Pelaku bisnis pariwisata dan perhotelan Jawa Tengah mengeluhkan fungsi CHSE dan pelaksanaannya di lapangan.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 22 Oktober 2021  |  17:06 WIB
Pertemuan antara pengurus IHGMA DPD Jawa Tengah dengan Kepala Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Kamis (21/10 - 2021). Dalam pertemuan tersebut, disampaikan sejumlah aspirasi dan keluhan yang dialami pelaku industri perhotelan Jawa Tengah. Salah satunya adalah isu sertifikasi CHSE dan aturan penyelenggaraan acara di hotel. / Istimewa
Pertemuan antara pengurus IHGMA DPD Jawa Tengah dengan Kepala Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Kamis (21/10 - 2021). Dalam pertemuan tersebut, disampaikan sejumlah aspirasi dan keluhan yang dialami pelaku industri perhotelan Jawa Tengah. Salah satunya adalah isu sertifikasi CHSE dan aturan penyelenggaraan acara di hotel. / Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG - Pelaku bisnis pariwisata dan perhotelan yang tergabung dalam Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) mendatangi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (21/10/2021). IHGMA DPD Jawa Tengah menyampaikan sejumlah aspirasi dan keluhan yang dialami pelaku sektor industri perhotelan utamanya di masa pandemi Covid-19.

Dampak pandemi Covid-19 dirasakan oleh sektor industri pariwisata dan perhotelan selama 2 tahun terakhir. Imbasnya, tak sedikit hotel-hotel yang terpaksa merumahkan tenaga kerjanya untuk sementara waktu, atau bahkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Berbagai upaya tersebut terpaksa dilakukan untuk menekan kewajiban tetap atau fixed cost yang tidak bisa dihindari lagi. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menginisiasi gerakan dan sertifikasi Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau CHSE. Diharapkan, upaya tersebut dapat menghindari penyebaran virus Corona di sektor pariwisata dan perhotelan.

"Akan tetapi pada kenyataannya di lapangan, CHSE yang sudah digaungkan sejak awal pandemi dan sudah diimplementasikan oleh hotel–hotel yang sadar dengan fungsinya, tidak sepenuhnya mendatangkan hasil yang positif bagi hotel. Terutama setelah kebijakan pemerintah yang bertubi-tubi dalam pembatasan kegiatan masyarakat membuat hotel semakin terpuruk," jelas Sekretaris Jenderal  IHGMA DPD Jawa Tengah, Wening Damayanti, dikutip Jumat (21/10/2021).

Dalam siaran persnya, Wening mengungkapkan bahwa ke depannya sertifikasi CHSE tak lagi dibiayai oleh pemerintah. Isu tersebut tentunya membawa keresahan tersendiri bagi pelaku industri perhotelan, khususnya di Jawa Tengah.

Pertemuan dengan Sinoeng Noegroho Rahmadi, Kepala Disporapar Provinsi Jawa Tengah, dilakukan untuk mendiskusikan isu sertifikasi CHSE tersebut. Pertemuan tersebut juga digelar untuk memohon kelonggaran kegiatan masyarakat di hotel.

"Hal ini karena adanya larangan untuk mengadakan acara di hotel, pembatasan–pembatasan kegiatan dan tamu yang menginap di hotel. Tentu saja hal tersebut harus disuarakan supaya mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah, bahwa hotel adalah tempat yang aman untuk menyelenggarakan acara dengan standar prokes yang ketat terutama karena sudah melaksanakan protokol yang sesuai dengan yang di syaratkan dan menjadi bahan audit dalam CHSE," jelas Wening.

IHGMA DPD Jawa Tengah berharap dengan adanya penyampaian aspirasi ini, para pelaku industri pariwisata dalam hal ini secara khusus adalah bidang perhotelan akan mendapatkan perhatian dan solusi untuk tetap bisa menjalankan operasional secara terukur dan termonitor. Hal ini demi menyelamatkan kelangsungan hidup para hotelier yang telah sangat terdampak selama masa pandemi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel semarang

Sumber : Siaran Pers

Editor : Farodlilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top