Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ribuan Warga Solo Harus Melakukan Vaksinasi Ulang, Ini Alasannya

Ribuan warga Solo akan dilakukan vaksinasi ulang. Hal itu karena ada yang tidak melanjutkan dosis kedua dan jedanya yang terlalu lama.
Mariyana Ricky Prihatina Dewi
Mariyana Ricky Prihatina Dewi - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  18:14 WIB
Ribuan Warga Solo Harus Melakukan Vaksinasi Ulang, Ini Alasannya
Petugas medis menyuntikkan vaksinasi COVID-19 - Antara
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Ribuan warga Solo ditengarai drop out alias tidak melanjutkan vaksinasi Covid-19 dosis II setelah mendapat suntikan dosis I atau jarak antara dosis I ke dosis II terlalu jauh, lebih dari enam bulan.
Oleh karena itu, mereka harus mengulang lagi vaksinasi dari dosis I.

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mengatakan bakal menyisir warga yang berstatus drop out tersebut. Mereka harus divaksin ulang atau menerima vaksin dosis pertama lagi karena dianggap belum vaksin.

Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tentang tentang Pemberian Vaksinasi Covid-19 bagi Sasaran Drop Out yang terbit pada 13 Februari 2022. Data dari Kemenkes menyebutkan ada 20 juta warga Indonesia masuk status drop out vaksinasi Covid-19 dan 2,4 juta diantaranya harus menjalani vaksin ulang.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan apabila warga sudah menerima vaksin dosis pertama namun tak kembali untuk vaksin dosis kedua sampai lebih dari enam bulan maka dikatakan tidak lengkap atau drop out vaksinasi Covid-19.

“Kalau dosis pertamanya sudah enam bulan tanpa dosis dua, ya dianggap belum vaksin jadi akan divaksin lagi mulai dari dosis I lagi,” katanya kepada wartawan, Selasa (22/2/2022).

Penyisiran, sambungnya, dilakukan melalui fasilitas layanan kesehatan (fasyankes). Sehingga sifatnya spesifik, lantaran banyak pula yang melakoni vaksin dosis I di Solo, namun dosis II di daerah lain.

Pendataan masih sulit dilakukan karena sistem data masih belum mendukung. Sejauh ini untuk pendataan vaksinasi menggunakan dashboard dari Kementerian Kesehatan. “Kami akan mendata melalui fasyankes, baru kemudian intervensi dengan mencari masalahnya apa, kenapa bisa drop out,” tuturnya.

Ning, sapaan akrabnya, meminta warga yang sudah mendapatkan jadwal vaksinasi baik dosis II maupun booster segera mendatangi puskesmas atau fasyankes terdaftar.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menambahkan warga yang drop out vaksinasi Covid-19 jamaknya karena terpapar Covid-19 setelah menerima vaksin dosis I.

Dengan begitu untuk mendapatkan dosis II butuh jeda waktu tertentu. Gibran menjamin stok vaksin cukup untuk mendukung program vaksinasi ulang tersebut sesuai edaran Kemenkes. Sukarelawan vaksinator bakal kembali dikerahkan.

“Yang penting pasokan vaksin saat ini aman, baik untuk kelompok drop out maupun untuk booster. Nanti kami kerahkan semua jalur vaksinasi, kami siapkan lagi seperti mobile vaksin, dan di Pendapi Gede, juga akan kami aktifkan lagi biar cepat,” katanya. Data terakhir pada 21 Februari, gap antara vaksinasi dosis I dan dosis II di Kota Solo mencapai 42.000-an orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Solo vaksinasi Covid-19

Sumber : Solopos.com

Editor : Setyo Puji Santoso
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top