Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pariwisata Jateng Andalkan Momen Long Weekend dan Libur Sekolah

Tak hanya di Kota Semarang, peningkatan okupansi kamar hotel juga dilaporkan terjadi di Solo, Magelang, hingga Banyumas.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 18 Mei 2022  |  12:22 WIB
Pariwisata Jateng Andalkan Momen Long Weekend dan Libur Sekolah
Sejumlah wisatawan berjalan di halaman Candi Borobudur di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (13/2/2020). - Antara/Anis Efizudin

Bisnis.com, SEMARANG – Berakhirnya momen libur Lebaran tak menjadi akhir bagi geliat pariwisata di Jawa Tengah. Momen Long Weekend yang terjadi pada pekan lalu terbukti meningkatkan okupansi sejumlah hotel di kota-kota besar di Jawa Tengah.

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) bahkan menyebut okupansi kamar hotel di Kota Semarang telah menyentuh 95 persen.

“Yakin banget setiap weekend pasti akan seperti ini, sampai enam bulan ke depan,” ucap Bambang ‘Benk’ Mintosih, Ketua GIPI Provinsi Jawa Tengah, dikutip Rabu (18/5/2022).

Tak hanya di Kota Semarang, peningkatan okupansi kamar hotel juga dilaporkan terjadi di Solo, Magelang, hingga Banyumas. Di Kota Semarang sendiri destinasi wisata Kota Lama menjadi unggulan. Sementara di Banyumas, Bambang menyebut destinasi wisata Baturaden banyak dikunjungi wisatawan.

“Semarang ini sudah menjadi destinasi favorit setelah Bandung. Kalau sama Yogyakarta, bahkan lebih ramai di Semarang,” jelas Bambang.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah melaporkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di wilayah tersebut mengalami kenaikan 4,31 poin pada Maret 2022 (month-to-month). Indikator Rata-rata Lama Menginap (RLM) pada bulan Maret juga dilaporkan di angka 1,35 malam. 

Bambang mengungkapkan bahwa pelaku pariwisata di Jawa Tengah masih terus mengharapkan momen Long Weekend juga libur sekolah yang bakal terjadi beberapa waktu ke depan. Selain itu, Benk sapaan akrabnya, juga berharap agar agenda-agenda pemerintah bisa kembali digelar di hotel. Terlebih dengan mulai terkendalinya kasus Covid-19 di Jawa Tengah.

“Jawa Tengah itu 54 segmen tamu hotel dari pemerintah. Sisanya baru bisnis, wisata, keluarga. Tapi mayoritasnya pemerintah,” jelas Bambang melalui sambungan telepon.

Meskipun kasus Covid-19 di Jawa Tengah sudah cukup terkendali, namun Bambang tetap mengimbau pada pelaku pariwisata untuk dapat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Terlebih pada pengelola hotel. Pemeriksaan kebersihan dan fasilitas menjadi kunci agar kepercayaan tamu yang datang bisa terus terjaga.

“Ini kesempatan untuk memperbaiki lagi. Persiapan Long Weekend dan Iduladha. Jangan sampai ada kejadian, harus ada persiapan terus,” jelas Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pariwisata jateng semarang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top