Cuaca Bisa Sebabkan Penerbangan Calhaj Indonesia Lebih Lama

Oleh: Newswire 10 Juli 2018 | 17:01 WIB
Cuaca Bisa Sebabkan Penerbangan Calhaj Indonesia Lebih Lama
Ilustrasi./ANTARA-Muhammad Arif Pribadi

Bisnis.com, SOLO – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia memprediksikan perjalanan kepulangan haji pada tahun ini akan lebih lama dibandingkan keberangkatan karena masalah cuaca.

"Lama keterlambatan kemungkinan mencapai 45 menit. Kalau normalnya durasi perjalanan adalah 11 jam lebih 45 menit," kata Station Manager Garuda Indonesia Surakarta Totok Suwarto di Solo, Selasa (10/7/2018).

Ia mengatakan keterlambatan tersebut terjadi karena arah angin saat perjalanan pulang berlawanan dengan arah pesawat. Menurut dia, kondisi tersebut berdampak pada kecepatan pesawat yang tidak bisa maksimal.

"Dua bulan ke depan arah angin akan bergerak dari arah depan atau head wind sehingga akan menghambat kecepatan pesawat," katanya.

Meski demikian, secara umum kondisi tersebut tidak akan berdampak pada proses kepulangan haji asal Indonesia.

Sementara itu, General Manajer Garuda Indonesia Cabang Surakarta Hendrawan mengatakan pada tahun ini embarkasi Solo akan memberangkatkan sebanyak 34.112 calon haji yang terbagi dalam 95 kloter.

Berdasarkan jadwal, dikatakannya, untuk keberangkatan pada gelombang I mulai 17-29 Juli 2018 dengan rute Solo-Madinah transit di Padang. Sedangkan gelombang II pada tanggal 31 Juli-15 Agustus rute Solo-Jeddah transit Padang.

Sedangkan jadwal kepulangan pada tanggal 26 Agustus-7 September dari Jeddah ke Solo dengan melalui transit di Ahmedabad di India. Selanjutnya untuk gelombang II pada 8-25 September berangkat dari Madinah dengan tujuan dan transit yang sama.

"Untuk proses pemberangkatan tersebut dalam satu harinya akan ada sekitar 3-4 pemberangkatan. Maskapai yang kami gunakan tipe Airbush A330 dengan kapasitas 360 seat," katanya.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya