Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Petani Tembakau di Temanggung Hadapi Degradasi Varietas

Varietas Kemloko sebagai tembakau unggulan Temanggung rawan akan pengaruh cuaca. Padahal, tembakau varietas asli itu menjadi komoditas unggulan daerah tersebut.
Pekerja mengusung daun tembakau./Antara-Siswowidodo.
Pekerja mengusung daun tembakau./Antara-Siswowidodo.

Bisnis.com, SEMARANG - Tanaman tembakau di Temanggung menghadapi problem penurunan kualitas disertai masalah tingginya biaya budi daya, produktivitas rendah sehingga daya saing menjadi rendah.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Tanaman Perkebunan ORPP Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Fakhtur Rochman, mengatakan varietas khas di Kabupaten Temanggung sendiri adalah Kemloko 1-8. Faktanya, Kemloko merupakan varietas yang rawan gangguan.

“Kalau di Temanggung itu varietas yang paling asli itu Kemloko. Tapi Kemloko di Temanggung itu paling rawan gangguan cuaca. Varietas lain belum mati kemloko sudah mati,” terang Fakhtur dalam seminar Strategi Pemuliaan Tanaman Mendukung Industri Tembakau di Indonesia, Kamis (25/4/2025).

Luas tanaman tembakau di Kabupaten Temanggung mencapai lahan 16.982 hektare. Adapun di Kabupaten Rembang dengan luas lahan 5.260 hektare dan Kabupaten Boyolali 3.935 hektare.

Tembakau merupakan salah satu tanaman yang sensitif. Cara budi daya dan lokasi penanaman tidak bisa dilakukan di semua tempat. Oleh sebab itu, sering ditemukan perbedaan kualitas dari tiap-tiap tanaman tembakau di lokasi penanaman yang berbeda.

Kemloko sendiri, merupakan tembakau yang masuk ke dalam kelompok Flavour (aroma dan rasa kuat), yang mana ini merupakan tembakau dengan kualitas paling tinggi.

Praktisi dan pemerhati tembakau sekaligus Direktur CV. Talenta Kasih Sejahtera Jopie Samiadji mengungkapkan permasalahan tembakau yang ada di Kabupaten Temanggung. Menurutnya, produktivitas tembakau yang rendah dan tingginya biaya produksi menjadi permasalahan utama.

“Itu produktifivitasnya kalau saya bilang masih rendah. Dan Temanggung itu yang menjadi kelemahan itu biaya produksinya sangat tinggi. Jadi daya saingnya kurang. Dari situ, terus ada degradasi kualitas,” jelas Jopie.

Jopie menjelaskan bahwa kebutuhan tembakau saat ini dilihat dari kualitas, lokasi tanam, kluster, varietas, Non Tobacco Related Material (NTRM), dan additif. “Nah, petani Temanggung itu senengnya menambahkan gula, gula yang terlalu berlebihan. Itu memang menambah additif tapi di samping rasa juga berubah dan bisa merusak mesin,” jelasnya.

Jopie turut menjelaskan solusi menjaga budi daya tembakau di Kabupaten Temanggung. Pertama, perlu dilakukan pemeliharaan ekosistem untuk melanggengkan kelestarian SDA. Pertama harus memelihara ekosistem. Tanah-tanah di Temanggung ini sudah rusak. Kedua memelihara kemurnian, kemurnian ini maksudnya karakter tembakau itu hanya bisa diciptakan dengan varietas yang asli. Misal dengan menjaga varietas Kemloko itu tadi.

Selanjutnya, Jopie mengatakan petani Temanggung harus melakukan efisiensi pembiayaan agar produknya bisa bersaing dengan tembakau lain. Terakhir, perlu membangun kemitraan dengan mitra bisnis untuk menjaga rantai pasar usaha kesinambungan industri hasil tembakau. (Vatrischa Putri Nur Sutrisno)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper