Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KITB Terima Pinjaman Bank Danamon Rp786 Miliar Jelang Operasional Perdana 2024

Alokasi pinjaman sepenuhnya untuk mendukung rencana operasi pada tahun depan, serta penyediaan infrastruktur penunjang di Fase II KITB.
Penandatanganan perjanjian penyaluran kredit antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN), diwakili Direktur Utama KITB Ngurah Wirawan (ke-5 dari kanan) dan Direktur BDMN Thomas Sudarma (ke-4 dari kanan), di Menara Danareksa, Selasa (21/11/2023). /Bisnis - Aziz R.
Penandatanganan perjanjian penyaluran kredit antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN), diwakili Direktur Utama KITB Ngurah Wirawan (ke-5 dari kanan) dan Direktur BDMN Thomas Sudarma (ke-4 dari kanan), di Menara Danareksa, Selasa (21/11/2023). /Bisnis - Aziz R.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau Grand Batang City menerima pinjaman PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) senilai Rp786 miliar dalam rangka mendukung operasional perdana kawasan Fase I, sekaligus pengembangan lanjutan di kawasan Fase II.

Direktur Utama KITB Ngurah Wirawan menjelaskan bahwa fasilitas pinjaman ini mencerminkan kesiapan KITB untuk mendukung operasional beberapa tenant di kawasan Fase I yang rencananya mulai beroperasi pada awal 2024.

Alhasil, kesiapan ini diharapkan turut menjadi katalis pendongkrak minat investor yang berencana menanamkan modal di kawasan Fase II. Terkini, pengembangan Fase II telah memasuki tahap pertama di lahan seluas 400 hektare.

“Alokasi pinjaman sepenuhnya untuk mendukung rencana operasi pada tahun depan, serta penyediaan infrastruktur penunjang di Fase II. Segala prasyarat dasar seperti pipa air, pipa limbah, pengolahan limbah, dan jaringan teknologi informasi mulai kami persiapkan, supaya investor yang mau masuk lebih convidence,” ujarnya dalam sesi penandatangan kerja sama dengan BDMN di Menara Danareksa, Jakarta, Selasa (21/11/2023).

Ngurah menjelaskan fasilitas pinjaman perbankan ini pun merupakan yang pertama kali bagi KITB sejak pertama kali berdiri pada 11 Desember 2020. Sebelumnya, KITB  menjalankan tugas pengembangan kawasan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3,6 triliun untuk pengembangan infrastruktur vital kawasan, seiring statusnya sebagai Proyek Strategis Nasional.

Terkini, pengembang kawasan industri bagian holding BUMN PT Danareksa (Persero) itu telah menyelesaikan Fase 1 seluas 450 hektare dan telah mendatangkan 13 investor, baik investor asing (PMA) maupun investor lokal (PMDN). Total investasi yang telah diserap oleh KITB mencapai Rp6,8 triliun dan diproyeksi menyerap tenaga kerja hingga 15.000 orang pada tahap pertama.

Tiga pabrik yang rencananya mulai beroperasi di KITB Fase I pada tahun depan antara lain pabrik sepatu Yih Quan Footwear, pabrik kaca KCC Glass, dan produsen gas industri Samator Indo Gas.

Direktur Keuangan KITB Evi Afiatin menjelaskan bahwa kerja sama dengan BDMN yang merupakan bagian dari MUFG turut menegaskan gambaran bahwa KITB layak mendapat kepercayaan institusi skala global untuk terus mengembangkan kawasan seluas 4.300 hektare dengan konsep Smart, Green, and Modern, dengan mengedepankan pengembangan kawasan berkelanjutan sesuai prinsip-prinsip Sustainability dan ESG.

“Jelang tiga tahun berdiri, kami sudah menyelesaikan 450 hektare dan langsung dipenuhi 13 investor besar. Semua ini karena kami berkomitmen untuk secepatnya mengembangkan kawasan, bukan hanya jualan masterplan. Harapannya, kami bisa terus memenuhi ekspektasi pemerintah untuk menarik investasi, sekaligus menjadi semacam Ibu Kota bagi kawasan industri di Indonesia,” jelasnya.

Turut hadir, Direktur BDMN Rita Mirasari yang menilai kerja sama ini merupakan komitmen Danamon dan Grup MUFG untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama berkaitan industri baterai yang disebut akan masuk ke KITB Fase II.

“Kami melihat Grand Batang City merupakan PSN yang akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional di berbagai sektor, dan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan, khususnya di wilayah Jawa Tengah,” tutupnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper