Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ternak Perah Jateng Belum Penuhi Skala Ekonomis

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Jawa Tengah (Jateng) Agus Wariyanto mengatakan salah satu persoalan yang membayangi perkembangan industri susu di provinsi tersebut adalah kepemilikan ternak perah yang tidak memenuhi skala ekonomis usaha.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 30 April 2018  |  14:25 WIB
Peternak menuangkan susu sapi hasil perahan ke wadah, di Subang, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2015). - Bisnis/Rachman
Peternak menuangkan susu sapi hasil perahan ke wadah, di Subang, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2015). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, SEMARANG — Sejumlah persoalan tercatat masih membayangi industri susu Jawa Tengah, yang membuat produksi susu di provinsi tersebut belum maksimal.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Jawa Tengah (Jateng) Agus Wariyanto mengatakan salah satu persoalan yang membayangi perkembangan industri susu di provinsi tersebut adalah kepemilikan ternak perah yang tidak memenuhi skala ekonomis usaha. Pasalnya, tingkat produktivitas sapi perah masih di bawah 8 liter per hari atau kurang dari 2.500 liter per laktasi.

“Belum lagi kualitas susu yang rendah, tata niaga persusuan yang terlalu panjang, dan kurangnya penyediaan bibit sapi perah yang berkualitas,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (30/4/2018).

Ada pula tekanan tambahan dari rendahnya konsumsi susu segar di masyarakat yang membuat perkembangan bisnis hasil perahan sapi terhambat. Selain itu, Agus mengakui bahwa persoalan lain muncul dari rendahnya inovasi teknologi persusuan oleh peternak dan buruknya kualitas pakan.

Tekanan pun bertambah dari permasalahan musiman berupa penyakit hewan menular strategis dan parasiter. Untuk itu, dia mengklaim pihaknya telah menyiapkan sejumlah upaya seperti menambah indukan sapi perah untuk memenuhi skala ekonomi usaha dan bibit benih sapi perah yang berkulitas melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan pihak ketiga.

“Upaya lain yang sedang kami usahakan adalah penerapan aspek praktis good breeding dan good farming, serta perbaikan tata niaga susu untuk menciptakan efisiensi usaha,” lanjut Agus.

Selain itu, juga dilakukan pengawasan, pengolahan dan peredaran pakan, serta pemberian subsidi pakan ternak sapi laktasi.

Di sisi lain, guna menangggulangi persoalan penyakit sapi, pihaknya tengah menggencarkan proses vaksinasi dan pengobatan terprogram melalui survei terpadu.

Berdasarkan data Disnak Keswan Jateng, produksi susu sapi di Jateng mencapai 100.997 ton pada 2017, yang dihasilkan dari 138.560 ekor sapi perah. Jumlah tersebut secara konsisten terus bertumbuh setelah sempat mengalami penurunan pada 2015.

Selain itu, jumlah kelompok peternak sapi perah di Jateng mencapai 350 unit, dengan klasifikasi Pemula sebanyak 214 unit, Lanjut sebanyak 89 unit, dan Utama yang mencapai  4 unit. Sekitar 90% susu segar yang dihasilkan di Jateng dipasarkan sebagai bahan baku ke industri pengolahan susu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

produksi susu
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top