Gandeng Isuzu, Aptrindo Uji Kompetensi Pengemudi Truk Tanjung Emas

Sebanyak 40 pengemudi truk trailer mengikuti uji kompetensi yang digelar Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Tanjung Emas Semarang di area Gudang Ritra Logistics, Kawasan Cipta Blok B6 Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang, Sabtu (11/8/2018).
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 11 Agustus 2018  |  19:54 WIB
Gandeng Isuzu, Aptrindo Uji Kompetensi Pengemudi Truk Tanjung Emas
M.Rifai tengah mengikuti uji kompetensi diawasi oleh Ketua DPC Aptrindo Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Supriyono
Bisnis.com,  SEMARANG - Sebanyak 40 pengemudi truk trailer mengikuti uji kompetensi yang digelar Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Tanjung Emas Semarang di area Gudang Ritra Logistics, Kawasan Cipta Blok B6 Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang, Sabtu (11/8/2018).
Ketua DPC Aptrindo Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Supriyono yang juga bertugas sebagai tim asesor uji kompetensi pengemudi mengatakan, para pengemudi kali ini diuji mulai dari tes wawancara, tes tulis hingga praktik langsung. 
Supriyono mengatakan, dalam tes praktik ada delapan poin yang diamati dimulai dari saat pengemudi hendak melakukan perjalanan, apakah melakukan pengecekan surat-surat kendaraan, perlengkapan mengemudi, kesiapan kendaraan dan lainnya.
"Observasi ini ada delapan daftar, mulai dari pemeriksaan kelengkapan surat, pemeriksaan perlengkapan kerja. Kemudian  pemeriksaan kendaraan, seperti lampu harus berfungsi, rem dicoba dulu, air radiator, ban, oli, tertmasuk ban cadangan," kata Supriyono.
Dikatakan, pengemudi juga diminta menjalankan truk trailer apakah lancar saat maju maupun mundur, belok kanan dan kirinya apakah benar dan apakah bisa pula memarkirkan kendaraan secara tepat.
"Tadi praktik maju mundur kendaraan, belok kiri kanan, yang jelas maju mundur harus balik semula. Kalau belak-belok pas mengundurkan dilihat bisa tidak, begitu pengemudi sudah tidak bisa berarti tidak kompeten dan pengemudi tidak biasa pegang trailer," terangnya. 
Dijelaskan, ketika nantinya sopir tidak dinyatakan lulus, maka pengemudi diharuskan mengulang tes berikutnya. Sedangkan bila pengemudi lulus maka ia akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang akan dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
"Kalau tidak kompeten tidak diluluskan, ngulang lagi besok, namun kalau lulus dapat sertifikat kompetensi yang dikeluarkan BNSP.  Kita sebagai tim asesor akan memberi rekomendasi ke BNSP untuk menerbitakn sertifikasi kompetensi untuk driver, yang berlaku tiga tahun, setelahnya tinggal perpanjangan," jelasnya. 
MT Sales Astra Isuzu Semarang, Kurnia Januar Prakoso menambahkan, Isuzu sangat mendukung kegiatan sertifikasi pengemudi ini karena akan sangat menguntungkan baik bagi pengemudi maupun perusahaan.
Driver setelah ikut kompetisi akan meningkat dan membuat mereka lebih paham dalam mengendarai trailer. Di sisi lain, draiver bisa meningkatkan kompetensi baik tingkat nasional dan internasional, tujuan ini kan meningkatkan kualitas driver di Indonesia.
"Ditambah ini juga meningkatkan daya beli perusahaan karena standar pelayanan lebih karena standar naik lagi," tuturnya.
Sementara itu, salah satu pengemudi yang tengah mengikut uji kompetensi, M Arfai (24) mengungkapkan, uji kompetensi kali ini menjadi yang pertama dia ikuti.
"Saya kerja ini satu tahun, baru. Basiknya sudah bisa nyupir dulu baru buat sim. Dan ini enggak ada persiapan, dulu supir mobil pribadi," ucapnya. 
Rifai menjelaskan, kesiapan dalam mengendarai truk trailer ini memang benar-benar harus diperhatikan demi keselamatan barang, truk maupun pengemudi sendiri. 
"Terutama pengecekan di ban, kalau tidak dicek dulu entar bila ada muatan kita yang susah. Sama biasanya kelalaian emang ngantuk, seringnya itu. Kalau saya waktu tidur ya tidur,  makan ya makan," jelas pengemudi dari PT Cipta Perkasa Sejahtera itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
isuzu, Aptrindo

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top