Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tim Biologi UGM: Penyu Mati di Pantai Congot Bukan Karena Plastik

Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) yang menggandeng Fakultas Biologi UGM pun melakukan observasi terhadap bangkai penyu yang telah dikubur itu.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 22 Desember 2018  |  14:11 WIB
Sejumlah tukik berhasil ditetaskan di Balai Konservasi Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (18/7). - ANTARA/Budi Candra Setya
Sejumlah tukik berhasil ditetaskan di Balai Konservasi Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (18/7). - ANTARA/Budi Candra Setya

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Beberapa waktu lalu beredar kabar seekor penyu berjenis Lekang ditemukan mati karena memakan sampah plastik di kawasan Pantai Congot, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tepatnya Minggu (9/12/2018).

Untuk mencari tahu penyebab kematian penyu tersebut, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) yang menggandeng Fakultas Biologi UGM pun melakukan observasi terhadap bangkai penyu yang telah dikubur itu.

Mereka melaksanakan otopsi dan memeriksa apakah benar terdapat sampah plastik pada penyu dan mengidentifikasi jenis plastik, apakah pula kondisi Pantai Congot bisa memengaruhi kehidupan satwa, utamanya di laut.

Para peneliti dari Fakultas Biologi UGM mendatangi kubur penyu di Congot. Mereka membongkar kubur, mengangkat bangkainya, memeriksa secara detail bagian yang masih tersisa, dan memastikan apakah ada plastik dalam bangkai itu.

Setelah tahap pemeriksaan berlangsung hampir 2,5 jam dan para peneliti tidak menemukan plastik pada tubuh penyu.

Dosen Fakultas Biologi UGM Donan Satria Yudha mengungkapkan ketika membedah isi perut penyu tersebut memang tidak ditemukan plastik.

“Kita bongkar sampai perutnya tapi tidak ditemukan plastik sama sekali. Saya malah temukan ada ikan buntal di dalam perut penyu tersebut. Habis makan ikan buntal sepertinya,” ungkap Donan kepada wartawan, Sabtu (22/12/2018).

Lebih lanjut, Donan menjelaskan jika berdasarkan foto yang beredar di media sosial, sepintas penyu yang ditemukan mati di Pantai Congot ini seperti mengeluarkan plastik dari lubang pembuangannya.

Akan tetapi setelah dilakukan pengecekan, kata Donan, benda yang diduga plastik itu bukanlah plastik melainkan organ dalam penyu yang keluar dari lubang pembuangan.

“Saya pegang, saya raba itu bukan plastik. Dari hasil rabaan memang bukan plastik, tapi organ dalam yang keluar. Karena kalau mati kan melembung dan pecah,” tutur Donan.

Donan menyebut kematian penyu tersebut bukanlah disebabkan oleh plastik seperti yang banyak disampaikan sejumlah LSM dan penggiat antikantong plastik.

Meskipun demikian, Donan menuturkan penyebab kematian penyu tersebut harus dicari tahu lebih lanjut. “Kemungkinan besar memang tidak mati karena plastik karena tidak kita temukan plastik dari penyu itu,” kata Donan.

Sekadar informasi, penyu berjenis Lekang ditemukan mati ini ditemukan oleh pemancing dan aktivis Wild Water Indonesia (WWI) Kulon Progo yang tengah mencari ikan pada Minggu (9/12) lalu. Penyu ini akhirnya dikubur di sekitar Pantai Congot pada Senin (10/12/2018).

Terlepas dari penyebab kematian penyu tersebut, tentunya pemerintah harus segera menerapkan manajemen sampah terpadu yang dapat meminimalisasi terbawanya sampah hingga ke laut.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

plastik penyu
Editor : Herdiyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top