Kulon Progo Manfaatkan Sampah Jadi Peluang Usaha

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong pemerintah desa di wilayah ini memiliki unit usaha persampahan yang dikelola Badan Unit Usaha Desa untuk mendukung gerakan Kulon Progo bersih.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Desember 2018  |  12:40 WIB
Kulon Progo Manfaatkan Sampah Jadi Peluang Usaha
Ilustrasi tumpukan sampah - Antara

Bisnis.com, WATES – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong pemerintah desa di wilayah ini memiliki unit usaha persampahan yang dikelola Badan Unit Usaha Desa untuk mendukung gerakan Kulon Progo bersih.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo Arif Prastowo mengatakan DLH mendorong supaya pemerintah desa itu, mengelola sampah bisa dengan bank sampah maupun pengelolaan sampah melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Ini sangat penting. Saat ini kami sedang gencar melakukan promosi dan sosialisasi ke desa-desa. Ini sangat menarik karena setiap hari sampah rumah tangga sangat banyak, dan bisa menjadi peluang usaha bagi pemerintah desa," kata Arif di Wates, ibu kota Kabupaten Kulon Progo, pada Jumat (28/12/2018).

Di mengutarakan berdasarkan kajian DLH, sampah perorangan di Kulon Progo sudah mencapai 0,5 kilogram per hari.

Hal ini bisa dibayangkan dengan jumlah penduduk Kulon Progo yang mencapai 441.000, potensi sampahnya mencapai 200 ton per hari.

Di satu sisi sampah merupakan persoalan serius, tetapi di sisi lain menjadi peluang usaha kerena sampah domestik itu kebanyakan bisa didaur ulang.

"Kalau tidak bisa didaur ulang, berupa sampah organik bisa menjadi kompos. Ini sangat menarik kalau BUMDes bisa mengelola sampah karena bisa menjadi sumber pendapatan asli desa," tuturnya.

Arif mengatakan dari 87 desa dan satu kelurahan di Kulon Progo baru ada tujuh desa yang secara inisiatif menangkap peluang usaha ini. Adapun tujuh desa tersebut, yakni Banguncipto (Sentolo), Salamrejo (Sentolo), Gulurejo (Lendah), Desa Sentolo (Sentolo), Ngestiharjo (Wates), Kranggan (Galur) dan Temon Wetan (Temon).

"Usaha persampahan ini sangat strategis karena ada salah satu bank pemerintah yang berkomitmen membantu pengolahan sampah ini. Tinggal kami melanjutkan pembuatan nota kesepahamam bersama (MoU) dengan mereka," ucapnya.

Dia juga mengharapkan desa-desa yang ada di Kecamatan Temon harus bersiap-siap menangkap peluang pengelolaan sampah. Pembangunan Bandara NYIA itu, mereka setiap hari membuang sampah. Misalnya karton semen, berapa ribu lembar karton semen yang dibuang setiap hari.

"Hal ini sangat potensi untuk daur ulang dan bernilai ekonomis. Jadi kalau ada sudah aktivitas di sekitar bandara, pasti menghasilkan sampah. Sampah yang kita anggap masalah ini, bisa kita tangkap menjadi peluang," kata Arif.

Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati sangat mendukung inovasi DLH dalam menangkap peluang usaha pengolahan dan pengelolaan sampah.

"Pemerintah desa, khususnya yang berada di wilayah selatan harus bisa menangkap peluang dan berinovasi dalam pengembangan usaha BUMDes, salah satunya pengelolaan sampah," kata Akhid Nuryati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kulon progo, sampah

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top