Dana Nasabah Badan Kredit Kecamatan Pringsurat Cair Senin, Bank Jateng 'Tombok'

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan dana nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Badan Kredit Kecamatan (BKK) Pringsurat Temanggung tidak akan hilang.
Alif Nazzala Rizqi | 31 Januari 2019 14:58 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) berdialog dengan perwakilan nasabah saat pertemuan dengan nasabah BKK Pringsurat di Graha Bhumi Phala Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (31/1/2019). Pada pertemuan dengan ratusan nasabah korban penggelapan uang tersebut gubernur menyatakan Pemprov Jawa Tengah menjamin dana nasabah BKK Pringsurat senilai Rp113 miliar akan dikembalikan seluruhnya secara bertahap. - Antara/Anis Efizudin

Bisnis.com, TEMANGGUNG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan dana nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Badan Kredit Kecamatan (BKK) Pringsurat Temanggung tidak akan hilang. Dia menjamin, dana nasabah di Bank yang sedang bermasalah tersebut tetap aman dan dapat segera dicairkan.

"Tenang, saya jamin 100% dana nasabah tidak akan hilang, semua akan dikembalikan utuh. Mulai Senin (4/2) besok dana nasabah sudah bisa dicairkan dananya secara bertahap. Tapi saya minta sabar dan menunggu giliran sesuai dengan tahapan yang ada," kata Ganjar saat dalam keterangan resminya Kamis (31/1/2019).

Sebelumnya, BPR BKK Pringsurat Temanggung mengalami permasalahan cukup serius. Diduga ada penyelewengan dalam pengelolaan dana dari masyarakat sehingga membuat Bank mengalami kesulitan keuangan. Buntutnya, kesemerawutan itu membuat Bank tidak bisa membayar uang simpanan nasabah.

Kasus tersebut juga menjadi permasalahan hukum. Kejaksaan Negeri (Kejari) Temanggung bahkan menahan dua Direktur BPR BKK Pringsurat yakni Suharno dan Riyanto atas sangkaan kasus korupsi. Atas kejadian itu, negara mengalami kerugian Rp103 miliar.

Atas kejadian itu, para nasabah BPR BKK Pringsurat juga resah terkait uang yang mereka simpan di bank tersebut. Sebab, mereka tidak dapat mencairkan dana itu karena bank sudah tidak memiliki uang.

"Setelah saya cek, ternyata semuanya semerawut, ini praktik buruk perbankan dan sudah awur-awuran. Maka saya minta kepada Kejari Temanggung untuk terus mengusut tuntas kasus hukumnya dan menyikat habis pihak-pihak yang terlibat. Ini bikin malu, bikin marah betul masyarakat," tegasnya.

Meski begitu, sebagai pemegang saham, Pemprov Jateng dan Pemkab Temanggung lanjut Ganjar tidak bisa tinggal diam. Dengan berbagai cara, akhirnya telah ditemukan solusi untuk mengatasi masalah itu, dan Ganjar menjamin uang nasabah tidak akan hilang.

"Sudah kami temukan solusi, nasabah tidak perlu khawatir. Namun saya minta semua sabar, ikuti jadwal yang sudah disiapkan. Intinya manut saya saja, tenang saja semua saya jamin aman," terangnya.

Untuk mengembalikan seluruh dan nasabah itu lanjut Ganjar, pihaknya meminta waktu sekitar setahun. Nantinya, pengembalian akan dijadwalkan dengan skala prioritas, mana-mana yang mendesak dikembalikan akan dipercepat dan mana yang bisa diselesaikan dengan mekanisme lain.

"Ada skema yang sudah disiapkan, kami sudah meminta bantuan Bank Jateng untuk membantu pengembalian dana nasabah ini, sekitar Rp113 miliar. Insya Allah semuanya selesai tahun ini, namun ada beberapa nasabah yang spesifik yang harus diselesaikan dengan mekanisme lain," ucapnya.

Selain menyelesaikan persoalan BPR BKK Pringsurat, Ganjar juga mengatakan kasus tersebut menjadi pembelajaran untuk menata BPR BKK di seluruh Jawa Tengah. Nantinya, Ganjar akan melakukan evaluasi dan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penataan.

"Kejadian ini juga harus menjadi pembelajaran kita semua. Kalau ada pihak-pihak yang menawari tabungan, deposito, investasi dengan bunga menggiurkan, jangan mudah percaya. Jangan-jangan ini penipuan. Ayo mulai sekarang kita semua hati-hati," katanya.

Tag : kredit macet, bank jateng
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top