Pemasukan Dokumen Tender Tol Semarang-Demak Mundur

Badan Pengatur Jalan Tol mengungkapkan jadwal pemasukan dokumen tender proyek jalan tol Semarang—Demak mengalami penundaan menjadi awal minggu depan.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  16:25 WIB
Pemasukan Dokumen Tender Tol Semarang-Demak Mundur
Tol Semarang/Batang.

Bisnis.com, SEMARANG — Badan Pengatur Jalan Tol mengungkapkan jadwal pemasukan dokumen tender proyek jalan tol Semarang—Demak mengalami penundaan menjadi awal minggu depan. Sebelumnya, dokumen direncanakan masuk pada 11 Februari 2019.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengungkapkan, pemunduran tersebut dapat terjadi lantaran ada data teknis yang perlu ditambahkan agar perhitungan terkait dengan proyek tersebut lebih akurat.

“Senin baru pemasukan dokumen tender,” kata Danang kepada Bisnis, Rabu (20/2/2019).

Dia menjelaskan, data teknis yang perlu ditambahkan terkait dengan kondisi tanah yang di dalamnya juga termasuk prediksi penurunan tanah. Menurutnya, prediksi biaya konstruksi akan lebih baik jika perilaku penurunan tanah bisa diprediksi.

Untuk diketahui, sebelumnya, jadwal pemasukan dokumen penawaran proyek jalan tol Semarang—Demak adalah pada 11 Februari 2019.

Proses pemilihan pemenang lelang setidaknya dibutuhkan waktu 1 bulan setelah dokumen penawaran masuk secara keseluruhan. Akan tetapi, proses tersebut bisa lebih lama dari 1 bulan jika terdapat sanggah dari peserta lelang.

Proses sanggah biasanya dapat terjadi ketika ada peserta yang tidak puas dengan keputusan panitia. Kemudian, peserta lelang yang ikut dalam proyek pembangunan jalan tol Semarang—Demak ini harus lulus prakualifikasi dari sudut pengalaman dan ketersediaan dana.

Adapun nilai proyek proyek pembangunan jalan tol Semarang—Demak tersebut berada pada kisaran Rp15 trililun.

Dalam laman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Peserta yang dinyatakan lulus prakualifikasi, yakni konsorsium Jasa Marga – Waskita Toll Road - Adhi Karya – Brantas Abipraya, Konsorsium PT PP – Wijaya Karya – Misi Mulia Metrical, China Harbour Indonesia, dan Sinohydro Corporation Limited.

Kemudian, jalan tol Semarang—Demak memiliki panjang 27 kilometer, dan dibangun untuk meningkatkan aksebilitas dan kapasitas jaringan jalan dalam melayani kawasan utara Jawa.

Jalan tol ini diintegrasikan dengan tanggul laut di pantai utara Kota Semarang mulai dari wilayah Kaligawe hingga kali Sayung di Kabupaten Demak. Tanggul ini berfungsi mengatasi banjir, rob, dan penurunan (subsidence) di Semarang Utara bagian timur khususnya kawasan Kaligawe sampai Sayung.

Kemudian, jalan tol tersebut juga ditargetkan akan berlangsung selama 2 tahun. Pembangunan dimulai pada 2019 dan ditargetkan beroperasi seluruhnya pada 2021.

Secara teknis, masih dalam laman Kementerian PUPR, jalan tol Semarang—Demak memiliki 4 simpang susun, yaitu Kaligawe, Terboyo, Sayung, dan Demak. Kecepatan rencana 100 kilometer (km)/jam dengan arah pelebaran pada jalan tol ini adalah pelebaran ke dalam dengan jalur awal 2x2 dan jalur akhir 2x.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tol semarang-demak

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top