Dubes Rusia Diminta Bawa Produk Jateng ke Luar Negeri

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia membawa produk asal Jawa Tengah dan dipromosikan di daerah tugasnya.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  10:42 WIB
Dubes Rusia Diminta Bawa Produk Jateng ke Luar Negeri
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) saat menerima kunjungan Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia, Mohamad Wahid Supriyadi di Semarang. - Ist

Bisnis.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia membawa produk asal Jawa Tengah dan dipromosikan di daerah tugasnya.

Ganjar menerima kunjungan Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia, Mohamad Wahid Supriyadi, Minggu. “Ini adalah kunjungan kedua Pak Dubes di sini. Saya memang tidak ingin cuma kunjungan, tapi apa yang bisa saya bawa ke Rusia. Bisa kita coba beberapa cara,” ujar Ganjar Minggu (24/2/2019).

Pemerintah Jawa Tengah sedang mengidentifikasi produk yang bisa dibawa ke Rusia. Nantinya setelah pendataan selesai, pihaknya bakal mengirimkan beberapa sampel produk untuk menguji tingkat ketertarikan.

Kalau perlu pihaknya mengirimkan tim advance untuk memastikan hal tersebut. Sebagaimana yang dia lakukan saat pameran di Jeddah, Arab Saudi. Tidak sekadar kunjungan, 13 kontrak perdagangan ditandatangani.

"Segala sesuatu yang memungkinkan, kalau bisa kita kirim sampel dulu. Kita pastikan dulu kita mau bicara kerja sama apa, yang menguntungkan kedua negara. Termasuk kesenian," ujarnya.

Adapun, dalam kunjungan Dubes tersebut Ganjar turut menerima cinderamata unik khas Rusia, Matryoshka. Jika biasanya boneka khas Rusia berisi boneka-boneka yang lebih kecil tersebut bergambar wanita cantik Rusia, cinderamata yang diberikan kali ini bergambar wajah Presiden RI, dari Soekarno hingga Joko Widodo.

Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia, Mohamad Wahid Supriyadi mengatakan Matryoshka bergambar Presiden RI tersebut cukup digandrungi warga Rusia. Selain ketenaran Presiden Joko Widodo, yang jadi magnet lain adalah gambar Presiden RI pertama, Soekarno.

“Matryoshka ini saya bawa dari Izmailovo. Ini sangat disukai warga di sana. Banyak hal tentang Indonesia disukai di sana,” ungkapnya.

Wahid mengatakan dari sekian banyak hal yang disukai warga Rusia dari Indonesia yang paling diminati adalah kerajinan, kesenian, fesyen dan kuliner. Hal itu dibuktikan saat pihaknya menggelar beberapa acara, di antaranya Bazar Indonesia dan Festival Indonesia di Moscow, April dan Agustus silam. Pengunjung bazaar itu juga membludak hingga 135.000 orang.

“Tidak ada yang tidak laku di sana. Batik lurik, nasi goreng terkenal di sana. Sambal, wah di sana pada senang,” bebernya.

Karena antusiasme warga Rusia tersebut, jika semula acara diselenggarakan hanya di lahan enam hektare, tahun depan bakal diperluas sampai 16,5 hektare. Negara-negara lain akhirnya juga mengikuti jejak Indonesia dengan menyelenggarakan agenda serupa, seperti Jepang, India hingga Vietnam.

Wahid berharap, agenda tersebut menjadi pintu awal bagi Jawa Tengah mengirimkan berbagai produk unggulannya untuk ekspor ke Rusia.

“Tapi yang masuk ke sana jangan biasa saja. Jepara sudah kelas tinggi di sana. Makanan, tekstil, kerajinan, peluang besar. Karena orang Rusia suka nyoba-nyoba. Kuncinya sudah ada legalitas. Selain itu kuncinya di sana mereka harus didatangi, kalau mereka didatangi jadi lebih gampang,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ganjar pranowo, umkm jateng

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top