Heboh WNA di Cianjur Punya e-KTP, Menaker : Super Hoaks

Hanif mengaku, telah mendapat laporan dan memastikan jika TKA memiliki e KTP itu tidak benar.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  15:27 WIB
Heboh WNA di Cianjur Punya e-KTP, Menaker : Super Hoaks
Warga membubuhkan tanda tangan untuk mendukung Pemilu 2019 anti hoax di Jakarta, Minggu (10/2/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, SEMARANG – Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri menegaskan kabar adanya warga negara China yang punya kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP di Cianjur, Jawa Barat merupakan kabar bohong atau hoaks.

“Hoaks. Itu super hoaks,” kata Hanif di temui di Semarang seusai meresmikan gedung baru Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) di Semarang, Selasa (26/2/2019).

Hanif mengaku, telah mendapat laporan dan memastikan jika TKA memiliki e KTP itu tidak benar. Bahkan, dia menyebut jika gambar tersebut adalah editan.

“Lho super hoaks, itu editan kok, jadi izin tinggalnya ada, tapi dibuat seolah-olah ada e-ktp,” tambahnya.

Dia pun meminta, kepada masyarakat untuk mengkroscek kebenaran data agar tidak ikut serta merta menyebarkan hoaks dan fitnah.

“Sudahlah, jangan percaya fitnah, jangan percaya hoaks, hancur Republik ini kalau semua orang percaya hoaks,” tegasnya.

Seperti diketahui, Heboh warga negara China punya e-KTP di Cianjur sebelumnya ramai jadi perbincangan hangat di media sosial. Sebuah foto e-KTP itu tampak foto wajah pria, namanya Guohui Chen. Tempat dan tanggal lahir, Fujian, 25 Maret 1977. Alamat, Jalan Selamet Perumahan Rancabali, RT 002 RW 04, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur. Agama, Kristen. Status pernikahan, menikah. Kewarganegaraan, China.

Perbedaannya, terletak pada kolom kewarganegaraan dan masa berlaku yang tidak seumur hidup. Di kolom alamat, diketahui TKA berinisial GC tersebut tinggal di Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur. Identitas mirip e-KTP itu sendiri dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hoax

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top