Keren, BLK Semarang Punya Studio Fashion

Sebagai upaya meningkatkan industri Fashion, Kementerian Ketenagakerjaan meresmikan Studio Fashion Teknologi di Balai Latihan Kerja Semarang, Selasa (26/2/2019). 
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  14:53 WIB
Keren, BLK Semarang Punya Studio Fashion
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (ketiga dari kiri) saat meresmikan Studio Fashion di Semarang hari Selasa 26 Februari 2019. - Bisnis/Triawanda Tirta

Bisnis.com, SEMARANG - Sebagai upaya meningkatkan industri Fashion, Kementerian Ketenagakerjaan meresmikan Studio Fashion Teknologi di Balai Latihan Kerja Semarang, Selasa (26/2/2019). 

Adapun, peresmian kali ini sekaligus, pengembangan jurusan jahit menjadi Fashion Teknologi di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Kota Semarang.

Menteri Ketenagakerjaan  M Hanif Dakhiri usai meresmikan gedung Studio Fashion Teknologi mengatakan, gedung ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam menghadapi perubahan pasar kerja pada industri fashion.

Dia menuturkan, Fashion Teknologi sebelumnya hanya kejuruan menjahit kini telah dirubah dengan tujuan agar output atau lulusan dari BBPLK nanti tidak sebatas menjadi buruh jahit di pabrik garmen.

“Nah dengan meng-upgrade kejuruan menjahit ini menjadi fashion teknologi di BLK Semarang, kita berharap nanti anak-anak muda kita ini bisa memperoleh skill yang baru di bidang fashion sehingga mereka ini bukan hanya diajarkan untuk menjahit saja, tapi mereka diajari kreasi, diajari produksi, diajari marketing,” ujarnya, Selasa (26/2/2019).

Hanif meyakini, dengan kualifikasi kemampuan sedemikian rupa dan ditambah dengan adanya sertifikasi profesi kemudian masuk dalam dunia industri fashion, paling tidak mereka bisa menduduki jabatan Asisten Junior Desainer.

“Ini tentu akan lebih baik, dan di luar itu selain masuk ke industri mereka juga bisa memulai wirausaha, dan tentu saja kalau wirausaha pasti akan lebih dalam tanda petik itu lebih berkelas,” ujarnya.

Dikatakan Hanif, merubah pola pikir dalam bidang industri sangat perlu. Terlebih lagi dalam bidang tata busana, dimana trennya selalu mengalami perubahan yang dinamis dari waktu ke waktu.

“Fashion itu kan sangat dipengaruhi oleh perubahan, kita ingin kalau mereka di industri fashion ya jabatannya lebih tinggi atau berwirausaha mereka bisa berwirausaha menjadi desainer-desainer yang berdaya saing,” kata Hanif.

Menurut Hanif, Jurusan Fashion Teknologi BBPLK Kota Semarang ini menjadi yang pertama di Indonesia. Hingga saat ini, setidaknya ada 19 BLK yang berada dibawahi Kemenaker.

“Nggak ada seleksi khusus (untuk ikut pelatihan), kalau BLK kan ga peduli umur, ga peduli pendidikan, kalau mereka butuh kan tinggal dateng, kita latih, free,” katanya.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
blk, Hanif Dhakiri

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top