BI Jateng Inisiatif Susun Silabus Pemberdayaan Wanita

Silabus tersebut diharapkan dapat memberdayakan wanita-wanita yang ada di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Yudi Supriyanto | 25 April 2019 17:17 WIB
Festival Kebaya untuk memperingati hari Kartini. - Antara/Budi Candra Setya

Bisnis.com, REMBANG – Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah menyusun dan memberikan kurikulum pembelajaran untuk pemberdayaan wanita yang terangkum dalam Silabus Kartini Mengajar guna meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Soekowardojo mengungkapkan, silabus tersebut diharapkan dapat memberdayakan wanita-wanita yang ada di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi.

"Melalui pemberdayaan wanita, kami ingin sekaligus meningkatkan keterampilan dan mengentaskan kemiskinan," kata Soekowardojo di Rembang, Kamis (25/4/2019).

Dia menjelaskan, tingkat kemiskinan di Jawa Tengah pada saat ini masih berada di level dua digit, sementara tingkat kemiskinan di Rembang bisa mencapai sekitar 15% dan membuatnya menjadi lima besar kabupaten/kota di Jawa Tengah penyumbang tingkat kemiskinan tinggi.

Oleh karena itu, ujarnya Bank Indonesia ingin berkontribusi menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah dengan silabus yang disusun tersebut.

Isi materi silabus tersebut, lanjutnya terdiri dari beberapa materi yang kemungkinan dibutuhkan oleh para wanita untuk pengembangan ekonomi. Berbagai bidang seperti pertanian, nelayan, pembatik, pengelolaan keuangan, hingga pemasaran digital terdapat di dalam silabus tersebut.

"Oleh karenanya kami bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan menyusun silabus untuk kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di daerah lain dalam rangka mengurangi kemiskinan.

Silabus tersebut, dia melanjutkan akan disusun menyesuaikan dengan kebutuhan daerah tersebut.

"Ke depan mungkin ada PKK-PKK yang membutuhkan pemberdayaan wanita. Nanti, kami akan menyiapkan materi yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal atau para wanita di daerah tersebut, sehingga mereka bisa mendapatkan manfaat dan meningkatkan keterampilannya" katanya.

Untuk diketahui, dia menuturkan, pada 2018 KPwBI Provinsi Jawa Tengah menginisiasi Program Pengembangan Ekonomi Lokal (LED) berbasis Pemberdayaan Perempuan melalui Optimalisasi Ruang Kartini Mengajar di Kabupaten Rembang, yang dilaksanakan secara sinergis lintas instansi baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Komitmen para pihak dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada 21 April 2018 yang diikuti dengan peresmian Ruang Kartini Mengajar dan Ruang Audio Visual yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan belajar-mengajar jarak jauh.

Program yang dilaksanakan di Kab. Rembang tidak hanya berfokus pada pengembangan kapasitas masyarakat, namun juga pada peningkatan sektor-sektor pendukung pariwisata serta pengembangan kemandirian ekonomi pondok pesantren, di antaranya pendampingan di Klaster Batik Lasem berupa pelatihan menjahit tingkat dasar serta pelatihan desain batik Fractal oleh J-Batik yang didukung dengan bantuan Program Sosial Bank Indonesia berupa mesin konveksi dan bordir.

Pelatihan tersebut dilaksanakan dalam upaya mengatasi semakin berkurangnya tenaga gambar batik. Fasilitasi juga diberikan dalam bentuk pameran baik di tingkat nasional maupun internasional dengan kurasi dilakukan oleh kurator berskala intenasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemberdayaan wanita

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top