BI Beri Beasiswa Empat Perguruan Tinggi di Jateng

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menandatangani perjanjian kerja sama progam pemberian beasiswa dengan empat perguruan tinggi di Jateng.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 30 April 2019  |  13:54 WIB
BI Beri Beasiswa Empat Perguruan Tinggi di Jateng
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jateng, Seokowardojo (tengah) bersama empat pimpinan perguruan tinggi Negeri di Jateng dalam penandatanganan perjanjian kerja sama progam pemberian beasiswa antara BI dengan empat perguruan tinggi, Selasa (30/4/2019). - Bisnis/Alif Nazzala R.

Bisnis.com, SEMARANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menandatangani perjanjian kerja sama progam pemberian beasiswa dengan empat perguruan tinggi di Jateng.

Adapun, keempat kampus tersebut yakni Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jateng, Seokowardojo mengatakan, total ada sebanyak 170 beasiswa yang diberikan, yakni 20 beasiswa unggulan di Universitas Diponegoro, dan 150 beasiswa reguler yang diserahkan ke mahasiswa Unnes, UIN Walisongo, dan IAIN Salatiga.

"Ada reguler Rp1 juta per bulan dan unggulan Rp1,5 juta per bulan. Mudah - mudahan cukup untuk memfasilitasi membantu biaya studi mahasiswa, sedikit lebih untuk biaya hidupnya," kata Seokowardojo, Selasa (30/4/2019).

Menurutnya pemberian beasiswa tersebut merupakan dukungan BI terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia agar tercipta SDM unggul.

Selain itu, lanjutnya beasiswa yang diberikan juga untuk membantu mahasiswa yang berprestasi namun tidak memiliki biaya, sehingga diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan pendidikannya.

"Tujuan meningkatkan kompetensi SDM mereka yang punya kemampuan bagus namun kurang beruntung agar menyelesaikan studinya. Karena SDM menjadi salah satu faktor penting yang dimiliki suatau bangsa untuk menjadi maju," ucapnya.

Ke depan, kata dia mahasiswa bebas memilih pekerjaan sesuai dengan kapasitas masing-masing, dan tidak terikat dengan BI yang harus berada di sektor keuangan.

"Masuk bisa kemana saja, tidak harus ke sektor keuangan. Disesuaikan ada yang ke sektor riil, keuangan, pemerintahan. Namun paling tidak kompetisi meningkat," katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
beasiswa

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top