Hotel di Jateng Tuai Berkah Libur Lebaran, Okupansi 95-100 Persen

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI ) Jateng Bambang Mintosih mengatakan, momen Lebaran seperti ini, hotel-hotel berada di masa peak season. Hotel pun jadi pilihan para pemudik maupun wisatawan yang ingin berwisata di Kota Semarang.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 12 Juni 2019  |  13:12 WIB
Hotel di Jateng Tuai Berkah Libur Lebaran, Okupansi 95-100 Persen
Suasana Kota Lama di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (29/4/2019). - Antara/Yulius Satria Wijaya

Bisnis com, SEMARANG – Bisnis perhotelan di Provinsi Jawa Tengah turut menuai berkah di libur Lebaran 2019 ini. Banyak pengunjung menjadikan hotel untuk singgah di sela kunjungan wisatanya.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI ) Jateng Bambang Mintosih mengatakan, momen Lebaran seperti ini, hotel-hotel berada di masa peak season. Hotel pun jadi pilihan para pemudik maupun wisatawan yang ingin berwisata di Kota Semarang.

“Apalagi banyak destinasi wisata di sini, entah itu kulinernya maupun event-event berskala nasional maupun internasional sehingga ikut mempengaruhi tingkat okupansi kamar hotel. Tinggal membuat paket wisata secara serentak, dengan menggandeng travel agent wisata untuk datang dan untuk lebih bisa mempromosikan wisata kota ini,” katanya, Rabu (12/6/2019).

Begitu juga hotel di Kota Semarang, tingkat okupansinya atau keterisian kamar mulai penuh sejak H Lebaran hingga H+5 Lebaran. Rata-rata okupansi hotel saat Lebaran mencapai 95-100 persen.

“Pada hari H Lebaran, okupansi hotel mencapai 80 persen, sedangkan H+1, naik menjadi 100 persen. Kondisi diatas 90 persen okupansi masih bertahan sampai H+5 Lebaran,” tambahnya.

Selain itu, karakteristik tamu yang menginap di hotel Lebaran tahun ini berbeda dengan sebelumnya, di mana dulunya tamu hanya menginap satu malam saja untuk sekadar transit.

Kendati demikian lanjut dia, tahun ini tamu hotel sudah memperpanjang waktu kunjungannya di Semarang menjadi dua malam, karena tamu sengaja ingin berwisata di destinasi yang ada di Kota Semarang.

“Masyarakat sudah mulai melirik Kota Semarang untuk jujugan wisata. Apalagi dengan makin banyaknya even yang berskala nasional maupun konser musik internasional akan mempengaruhi tingkat kunjungan dan keterisian kamar hotel di Semarang. Pemerintah kota harus lebih banyak menangkap peluang untuk menyelenggarakan acara-acara besar seperti ini, yang didukung dengan keamanan kota Semarang yang selama ini dikenal kondusif,” katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top