Volume Transaksi Rifan Financindo Berjangka Semarang Tumbuh 28,47 Persen

PT Rifan Financindo Berjangka mencatatkan total volume transaksi cabang Semarang mengalami pertumbuhan sebesar 28,47% pada kuartal pertama tahun ini
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 14 Juni 2019  |  22:05 WIB

Bisnis.com, SEMARANG — PT Rifan Financindo Berjangka mencatatkan total volume transaksi cabang Semarang mengalami pertumbuhan sebesar 28,47% pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pimpinan Cabang Semarang PT Rifan Financindo Berjangka Mia Amalia Maleppe mengungkapkan, total volume transaksi cabang Semarang pada kuartal pertama tahun ini mencapai 17.205 lot, sementara pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 13.392 lot.

“Overall cukup bagus,” kata Mia di Semarang, Jumat (14/6/2019).

Dari total volume transaksi yang dicapai pada kuartal pertama tahun ini, transaksi sistem perdagangan alternatif (SPA) 11.217 lot. Adapun volume transaksi multilateral mencapai sebanyak 5.988 lot.

Volume transaksi SPA pada kuartal pertama tahun ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan transaksi pada Januari—Maret 2018 sebanyak 4.582 lot.

Sementara volume transaksi multilateral pada tiga bulan pertama tahun ini untuk cabang Kota Semarang lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni 8.810 lot.

Dia menjelaskan, kinerja transaksi SPA yang lebih tinggi pada tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu lantaran produk-produk SPA adalah produk global.

Sementara produk-produk multilateral, dia menuturkan merupakan produk-produk lokal yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, paparnya investor mencari peluang market lain ketika terdapat penurunan.

“SPA produk internasional atau global sehingga kalau di dalam negeri kondisi market tidak stabil, investor cari peluang market lain. Salah satunya SPA,” katanya.

Sementara itu, lanjutnya jumlah nasabah baru cabang Semarang dari Januari sampai dengan Maret tahun ini tercatat sebanyak 50 orang. Pencapaian tersebut mencapai 43,49% dari total pencapaian nasabah baru dari Januari sampai Desember 2018, yakni 115 orang.

Dia menuturkan, kota Semarang memiliki potensi yang cukup baik terkait dengan investor di industri perdagangan berjangka komoditi mengingat Ibu Kota Jawa Tengah ini merupakan salah satu dari lima kota besar di Indonesia.

Tidak hanya itu, lanjutnya daya beli masyarakat Kota Semarang juga cukup besar sehingga terdapat peluang bagi mereka untuk berinvestasi karena tidak banyak tempat untuk masyarakat di kota Semarang yang memiliki daya beli membelanjakan uangnya.

Dia menambahkan, pihaknya mengejar generasi-generasi yang memiliki kecukupan dana untuk melakukan investasi di industri perdagangan berjangka komoditi.

Untuk diketahui, secara keseluruhan, perusahaan mencatatkan volume transaksi naik 32,41% pada kuartal pertama tahun ini, dari 276.265 lot pada Januari—Maret 2018 menjadi 365.796 lot.

Pada kuartal pertama tahun ini, transaksi SPA tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 58,35%. Adapun volume transaksi multilateral terkontraksi sebesar 23,73%.

Secara keseluruhan, perusahaan memiliki 1 kantor pusat dan 9 kantor cabang. Kantor pusat berada di Jakarta. Sementara kantor cabang berada di Bandung, Surabaya, Semarang, Solo, Yogyakarta, Medan, Pekanbaru, Palembang, dan Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
futures

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top