Sebelum Daftar PPDB Online Calon Siswa di Jateng Wajib Ambil Token

Calon siswa SMA/ SMK Negeri di Jawa Tengah wajib mengambil token sebelum pendaftaran dalam jaringan (daring/ online). Token itu nantinya menjadi kode untuk mengaktivasi akun agar tidak digunakan orang lain.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  16:30 WIB
Sebelum Daftar PPDB Online Calon Siswa di Jateng Wajib Ambil Token
Panitia melayani permintaan PIN pendaftaran PPDB online - Antara

Bisnis.com, - SEMARANG - Calon siswa SMA/ SMK Negeri di Jawa Tengah wajib mengambil token sebelum pendaftaran dalam jaringan (daring/ online). Token itu nantinya menjadi kode untuk mengaktivasi akun agar tidak digunakan orang lain.

“Token digunakan bagi calon peserta didik untuk bisa mengikuti pendaftaran secara online. Artinya, token berfungsi sebagai pin. Token juga untuk menghindari akun ganda dari calon siswa,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Jumeri, dalam keterangan tertulis, Jumat (21/6/2019).

Ditambahkan, untuk SMA, pengajuan akun bisa dilakukan pasa 24-28 Juni 2019. Sementara SMK sudah dimulai pada 17 Juni lalu dan berakhir pada 28 Juni mendatang.

“Catat tanggalnya dan segera dapatkan tokennya. Sehingga bisa melakukan pendaftaran online pada 1-5 Juli mendatang,” jelasnya.

Token, katanya, bisa diperoleh jika calon siswa melakukan verifikasi berkas di SMA/ SMK Negeri terdekat, tidak harus di sekolah tujuan. Berkas yang mesti dibawa mulai dari fotokopi ijazah SMP/ sederajat, fotokopi akta kelahiran dengan batas usia maksimal 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru 2019/2020 dan belum menikah, yang berkas aslinya ditunjukkan saat verifikasi.

Selain itu juga membawa Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan paling singkat enam bulan, atau Surat Keterangan domisili dari RT/RW diketahui oleh Lurah/Kades setempat, yang menerangkan bahwa peserta didik yang bersangkutan telah berdomisili paling singkat enam bulan sebelum pendaftaran PPDB. 

Bagi siswa berprestasi, menyertakan fotokopi piagam prestasi tertinggi yang dilegalisasi pejabat berwenang, dengan catatan prestasi sesuai kriteria yang ditetapkan untuk jalur prestasi. Siswa pada jalur perpindahan tugas orangtua/ wali diminta membawa surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan.

“Untuk SMK, calon peserta didik menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter, yang menerangkan hasil pemeriksaan kesehatan sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih calon peserta didik. Misalnya, jurusan teknologi dan rekayasa disyaratkan sehat mata dan tidak buta warna,” ujarnya.

Dia menerangkan, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, atau Bentuk Lain Yang Sederajat, tahun ini seleksi PPDB SMA di Jawa Tengah 90% dilakukan melalui jalur zonasi, yakni memrioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zonasi yang ditetapkan.

Jarak tempat tinggal terdekat dimaksud adalah dihitung berdasarkan jarak tempuh dari kantor desa/ kelurahan menuju ke sekolah. Selain itu juga dilakukan seleksi pada jalur prestasi luar zona sebanyak lima persen, dan jalur perpindahan orangtua sebanyak 5%.

“Untuk jalur zonasi yang 90% kami memprioritaskan 20% untuk calon siswa berprestasi yang tinggal dalam zona. Tentu prestasi yang dimaksud juga sudah ditentukan, yakni kejuaraan berjenjang dari tingkat bawah dan berkelanjutan, dan dilakukan oleh lembaga pemerintah atau nonpemerintah yang kompeten,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jateng, PPDB Online

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top