Nasib Peternak Ayam Mandiri Diprediksi Tinggal Dua Bulan

Bangkrutnya peternakan ayam mandiri terjadi karena tidak adanya kerja sama dengan mitra usaha seperti PT maupun sejenisnya.
Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  11:12 WIB
Nasib Peternak Ayam Mandiri Diprediksi Tinggal Dua Bulan
Peternak menimbang ayam broiler jenis pedaging yang dijual murah seharga Rp8.000 per kilogram di sentra peternakan ayam broiler di Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (26/6/2019). - ANTARA/Destyan Sujarwoko

Bisnis.com, KULONPROGO – Anjloknya harga ayam broiler mengancam kelangsungan usaha peternak ayam mandiri di Kulonprogo. Jika harga tak kunjung membaik, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo memprediksi usaha peternakan ayam bakal bangkrut dalam kurun waktu dua bulan.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonpogo Nur Syamsu Hidayat mengatakan dalam kondisi seperti ini, bangkrutnya peternakan ayam mandiri terjadi karena tidak adanya kerja sama dengan mitra usaha seperti PT maupun sejenisnya.

Akibatnya, masalah finansial bakal membelit para pelaku usaha tersebut. Jika harga ayam masih rendah, dalam dua bulan ke depan akan banyak usaha peternakan ayam mandiri gulung tikar.

"Setidaknya dalam satu atau dua bulan kedepan, kita akan lihat apakah mereka [peternakan ayam mandiri] bakal bertahan, secara finansial atau tidak. Sebab mandiri harus menanggung kondisi secara terus menurus, kalau tidak kuat, maka akan menimbulkan masalah bagi peternak ayam di Kulonprogo," katanya, Rabu (26/6/2019).

Menurutnya, dibandingkan dengan peternak ayam mandiri, peternak yang bermitra dengan pabrik atau perusahaan, bisa bertahan. Sebab inti pabrik dan Day Old Chicken (DOC) itu merupakan pengusaha besar, yang mana pakan langsung ke peternak sudah disuplai perusahaan.

Dia mengatakan untuk saat ini pihaknya tidak bisa berbuat banyak dalam upaya menanggulangi permasalahan tersebut. Sebab tupoksi dinas menurutnya hanya membina dan pendampingan kepada para peternak. Itupun tidak semua peternakan. Hanya pengusaha yang sudah mendapatkan tanda pendaftaran peternakan rakyat (TPPRA).

"Sejauh ini tidak ada yang mendaftar, padahal kami sudah mengimbau agar mendaftar itu, sekarang setelah ada permasalahan seperti ini, mereka baru teriak-teriak," ujarnya.

Di tempat terpisah, Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri menyatakan akan menindak tegas siapapun yang terbukti menjadi mafia ayam di DIY, yang menimbulkan anjloknya harga ayam broiler di tingkat peternakan dan pakan.

"Kalau ada mafia, kita akan menindak. Tapi, mudah-mudahan tidak ada permainan harga. Kami berharap penurunan harga ini sifatnya temporer dalam waktu-waktu tertentu," kata Kapolda usai penyerahan beasiswa dilanjutkan peletakan batu pertama pembangunan Sanggar Obligota Blimbing, Desa Sukoreno, Sentolo, Rabu (26/6/2019).

Peran Satgas Pangan lanjutnya akan dioptimalkan dalam mengawasi rantai distribusi dari peternakan hingga pasar. Selain itu koordinasi dengan pihak terkait juga bakal diintensifkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
daging ayam

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top