Pemerintah Sediakan Skema Pembiayaan Homestay dan Desa Wisata

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng perusahaan pembiayaan PT. Sarana Multigriya Financial (SMF) untuk bekerja sama mengembangkan skema pembiayaan bagi pengembangan homestay.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  14:44 WIB
Pemerintah Sediakan Skema Pembiayaan Homestay dan Desa Wisata
Sejumlah penari dari sanggar Batara menampilkan tari Mahesasura di panggung terbuka arena Festival Lima Gunung (FLG) XVIII di kawasan lereng gunung Merapi Dusun Tutup Ngisor, Sumber, Dukun, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (7/7/2019). - Antara/Anis Efizudin

Bisnis.com, MAGELANG – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng perusahaan pembiayaan PT. Sarana Multigriya Financial (SMF) untuk bekerja sama mengembangkan skema pembiayaan bagi pengembangan homestay dan desa wisata di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP).

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Henky Manurung, dalam kerja sama ini SMF berperan sebagai pemberi pembiayaan homestay kepada masyarakat di desa atau lokasi wisata melalui Lembaga Penyalur dan Pemberdayaan Lembaga Penyalur pada area DPP.

“SMF berkoordinasi dengan Kemenpar melalui Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata, melakukan pendampingan kepada Lembaga Penyalur dalam rangka ‘capacity building’ dan peningkatan peran serta masyarakat setempat,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (11/7/2019).

Hengky menjelaskan poin kerja sama dengan PT SMF melingkupi lima hal. Yang pertama terkait fasilitas dan koordinasi terkait dengan kebijakan yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak dalam melaksanakan pembiayaan pembangunan Pondok Wisata (Homestay) di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas.

Kedua yaitu pertukaran data dan informasi yang dibutuhkan, ketiga terkait pembiayaan homestay, keempat pelaksanaan regulasi, profiling, promosi dan advokasi investasi, dan kelima monitoring dan evaluasi dalam rangka pertumbuhan pembangunan homestay di 10 DPP.

Joki memacu kudanya ketika mengikuti lomba pacuan kuda tradisional di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019). Pacuan kuda tradsional yang diikuti oleh para ojek kuda Gunung Bromo tersebut diharapakan dapat meningkatakan kunjungan pariwisata dan melestarikan pacu kuda tradisional./Antara-Zabur Karuru

Ke-10 DPP tersebut yakni, Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Manajemen Risiko dan Operasional SMF, Trisnadi Yulrisman, mengatakan program pembiayaan homestay diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk membangun atau memperbaiki kamar rumah yang akan disewakan kepada wisatawan.

"Ini dapat mendatangkan penghasilan bagi pemilik, tercipta lapangan kerja, sekaligus meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah homestay,” katanya.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata Kemenpar Anneke Prasyanti menambahkan, kerja sama ini diharapkan bisa menjadi terobosan bahwa alokasi pendanaan dapat mendukung Homestay Desa Wisata yang kriterianya sesuai dengan aset lokal dan arsitektur nusantara.

“Sebelum diberikan bantuan, ada proses verifikasi dan survei. Setelah lokus dipilih, dilakukan sosialisasi pengembangan Homestay yang baik, disesuaikan dengan konteks budayanya masing-masing. Kami juga menyiapkan buku panduan untuk dipelajari masyarakat setempat,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top