Pengembangan PLTU Cilacap Eskpansi II Lebih Cepat dari Rencana

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melalui anak usahanya, PT Perusahaan Pembangkitan Jawa Bali (PJB) menargetkan operasi komersial Pembangkit Listrik Tenaga Uap Cilacap Ekspansi II pada akhir 2019.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  17:15 WIB
Pengembangan PLTU Cilacap Eskpansi II Lebih Cepat dari Rencana
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kiri), Menteri ESDM Ignasius Jonan (kanan), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (ketiga kanan), Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji (kedua kanan) dan Dirut PT Sumber Segara Primadaya Agus Nurwahyudi (kiri) saat meresmikan PLTU Cilacap Ekspansi 1x660 MW di Karangkandri, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, SEMARANG — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melalui anak usahanya, PT Perusahaan Pembangkitan Jawa Bali (PJB) menargetkan operasi komersial Pembangkit Listrik Tenaga Uap Cilacap Ekspansi II pada akhir 2019.

Sekretaris Perusahaan PJB Muhammad Bardan menyampaikan, pengembangan PLTU Cilacap Eskpansi II berkapasitas 1x1.000 MW lebih cepat dari rencana awal. Dengan demikian diperkirakan Commercial Operation Date (COD) dapat dilakukan pada akhir 2019.

“Progres pengembangannya lebih cepat dari rencana awal, sehingga COD diharapkan pada akhir tahun ini,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (16/7/2019).

PLTU Cilacap Ekspansi II dikembangkan PJB dengan porsi saham 49 persen, dan PT Sumber Segara Primadaya (S2P) dengan kepemilikan saham 51 persen. Sebelumnya, proyek dengan nilai investasi US$1,4 miliar ini ditarget beroperasi pada Agustus 2020.

Dengan  tahap COD dipercepat menjadi 2019, proyek ini berpotensi menghemat biaya operasional sekitar Rp1 triliun. Bardan memperkirakan, nilai investasi proyek menjadi sekitar US$1,35 miliar.

Penyerapan tenaga kerja di PLTU Cilacap Ekspansi II mencapai 4.200 orang. PLTU ini juga diperkirakan akan menyuplai listrik bagi pelangggan baru PLN sekitar 1 juta rumah tangga dengan daya 900 VA.

“Untuk operation dan maintenance (O&M), tenaga kerja lokal mencapai 85 persen dari keseluruhan kebutuhan tenaga kerja,” imbuhnya.

PJB sebelumnya juga memiliki lima portofolio proyek PLTU yang sudah beroperasi di Kabupaten Cilacap, yakni Adipala berdaya 660 MW, Cilacap 1 dan 2 kapasitas 2x300MW, serta Cilacap Ekspansi I kapasitas 1×660 MW.

Tenaga kerja yang diserap untuk mengoperasikan lima PLTU dengan total kapasitas 2.920 MW tersebut berkisar 6.000 orang. Hal ini tentunya membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di Cilacap.

Sebelumnya, Direktur Operasi I PJB Sugiyanto mengatakan, pihaknya akan mengoperasikan PLTU berdaya besar yang menggunakan teknologi boiler super critical pada 2019. Proyek tersebut ialah PLTU Jawa 7 unit 1 di Banten berkapasitas 1x1.000 MW dan PLTU Cilacap Ekspansi II.

PLTU Jawa 7 unit 1 diharapkan COD pada Oktober 2019. Selanjutnya, PJB akan mengoperasikan PLTU Jawa 7 unit 2 berdaya 1x 1.000 MW pada April 2020.

Tambahan dua PLTU skala besar dengan total daya 3.000 MW tersebut akan meningkatkan kapasitas pembangkit PJB dari saat ini sekitar 11.000 MW menjadi 14.000 MW. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top