Jateng Genjot Investasi Demi Kejar Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Yasin menyampaikan, perlu adanya kerja sama dan penerapan kebijakan di berbagai sektor agar para pengusaha berinvestasi di Jateng. Di antaranya kebijakan mempermudah perizinan berinvestasi, tata ruang, dan penyiapan sumber daya manusia.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  21:39 WIB
Jateng Genjot Investasi Demi Kejar Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen melakukan salam komando usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, SEMARANG—Berbagai strategi dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 7 persen pada tahun 2020. Salah satunya mengenjot  investasi sebagai sektor utama untuk meningkat pertumbuhan ekonomi.

“Target pertumbuhan ekonomi 7 persen menjadi PR bersama. Kita perlu hadir dan mendekatkan diri kepada calon investor dari dalam maupun asing supaya masuk ke Jateng. Kita harus bekerja keras menarik investor,” ujar Wakil Gubernur Jateng H Taj Yasin Maimoen, dalam siaran resmi, Rabu (17/7/2019).

Hal itu dikatakan Yasin saat memimpin Rapat Koordinasi Peran Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha di Jateng. Rakor yang dihadiri Sekda Jateng Sri Puryono, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan instansi terkait.

Yasin menyampaikan, perlu adanya kerja sama dan penerapan kebijakan di berbagai sektor agar para pengusaha berinvestasi di Jateng. Di antaranya kebijakan mempermudah perizinan berinvestasi, tata ruang, dan penyiapan sumber daya manusia.

Mantan anggota DPRD Jateng itu mencontohkan, ada perusahaan maupun kawasan industri sudah mengantongi izin pendirian bangunan, tetapi akses untuk menuju lokasi industri belum ada. Selain itu, beberapa perusahaan skala besar di sejumlah daerah di Jateng malah belum terpenuhi.

“Perusahaan-perusahaan di Jateng masih ada yang menyisakan masalah. Termasuk mengenai perizinan dan penyediaan tenaga kerja. Inilah tugas kita untuk memberikan fasilitas dan pendampingan kepada perusahaan-perusahaan yang sudah diberi izin,” katanya.

Upaya dan strategi yang bisa dilakukan Pemprov Jateng, antara lain kerja sama penyediaan tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan. Jangan sampai perusahaan yang sudah berizin dan beroperasi terkendala oleh persoalan kekurangan tenaga kerja, karena tidak sesuai skill yang dibutuhkan dan sebagainya.

Sekda Jateng Sri Puryono menambahkan, Jateng saat ini merupakan daerah merupakan provinsi yang seksi untuk berinvestasi. Saingan Jateng dalam berinvestasi bukan lagi provinsi lain seperti Jawa Timur, Jawa Barat, ataupun DKI Jakarta, melainkan beberapa negara tetangga seperti Vietnam dan India.

Beberapa kawasan industri sudah siap menerima investor di berbagai sektor usaha, seperti kawasan industri di Brebes dan Kawasan Industri Kendal (KIK). Pemprov juga mendorong pembangunan pelabuhan sebagai akses transportasi yang terintegrasi dengan kawasan industri.

“Kita harus pro investasi, para investor jangan dipersulit mengurus izin, karena ini salah satu langkah penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, jawa tengah

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top