Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Genjot Ekspor, Kinerja Sido Muncul Prospektif. Saham SIDO Diyakini Kian Berkibar

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) mencatatkan kinerja apik pada semester I/2019. Bagaimana prospek laba dan sahamnya ke depan?
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  20:57 WIB
Pameran produk bahan baku industri farmasi, pangan fungsional, serta produk nutrisi dan kesehatan pada CPhI South East Asia dan Hi South East Asia 2017 di Jakarta, Rabu (22/3). - JIBI/Dwi Prasetya
Pameran produk bahan baku industri farmasi, pangan fungsional, serta produk nutrisi dan kesehatan pada CPhI South East Asia dan Hi South East Asia 2017 di Jakarta, Rabu (22/3). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, SEMARANG—PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) mencatatkan kinerja apik pada semester I/2019. Bagaimana prospek laba dan sahamnya ke depan?

Pada Selasa (23/7/2019), manajemen SIDO mengumumkan kinerja semester I/2019. Pendapatan mencapai Rp1,41 triliun, tumbuh 10,67% year on year (yoy) dari semester I/2018 senilai Rp1,27 triliun.

Kontribusi pendapatan berasal dari segmen jamu herbal dan suplemen sebesar Rp943,1 miliar, makanan dan minuman Rp403,45 miliar, dan farmasi Rp63,52 miliar. Masing-masing capaian segmen meningkat dari 6 bulan pertama 2018, yakni Rp846,72 miliar, Rp375,36 miliar, dan Rp52,21 miliar.

Laba bersih SIDO pada semester I/2019 mencapai Rp374,12 miliar, meningkat 28,22% yoy dari sebelumnya Rp291,77 miliar. Hal itu menunjukkan marjin laba bersih (NPM) perseroan meningkat menuju 26,53% dibandingkan semester I/2018 sebesar 22,89%.

Setali tiga uang, kinerja saham SIDO melaju seiring dengan peningkatan kinerja. Pada penutupan perdagangan Selasa (23/7/2019), saham perusahaan yang diakuisisi PT Hotel Candi Baru pada 2002 ini, naik 20 poin atau 2,03% menjadi Rp1.005.

Transaksi tersebut membuat kapitalisasi pasar perusahaan meningkat menjadi Rp15,08 triliun. Sepanjang 2019, harga sahamnya sudah menguat 19,64%, dan bergerak di rentang Rp750—Rp1.070.

Prospek SIDO

Dengan mempertimbangkan segala potensi dari perusahaan ke depannya, UOB Kay Hian Sekuritas dalam laporannya pada Selasa (23/7/2019) meningkatkan prospek saham SIDO menjadi Rp1.120 dari estimasi sebelumnya Rp895.

Analis UOB Kay Hian Sekuritas Stevanus Juanda mengungkapkan, ada sejumlah faktor yang mendorong fundamental kinerja SIDO. Di antaranya ialah rencana perusahaan menggenjot pasar ekspor.

SIDO masuk ke Filipina mulai Oktober 2018, dan memenuhi seluruh permintaan setahun penuh 2019 pada Desember 2018. Artinya, perusahaan ke depannya akan memenuhi permintaan yang lebih tinggi dari Filipina.

Pada Maret 2019, SIDO juga melebarkan sayap ke Nigeria, dan diharapkan penjualan meningkat pada semester II/2019. Akhir tahun 2019, perusahaan yang berbasis di Semarang ini akan masuk ke pasar Malaysia.

“Dalam 2—3 tahun ke depan, SIDO juga akan memasuki pasar Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam, Kamboja, dan Myanmar,” papar Stevanus.

Pemasukan SIDO dari divisi produk herbal di pasar domestik bertumbuh 15%, karena kenaikan harga jual sekitar 4%-5% dan peningkatan volume  penjualan 10%-11%. Produk yang menjadi andalan ialah Tolak Angin dan Tolak Linu.

Untuk memperkuat pasar jamu, perusahaan berencana meluncurkan produk soft gel pada semester II/2019. SIDO juga akan meningkatkan kapasitas ekstraksi herbal. Saat ini, utilisasinya baru mencapai 50%-55%, dari kapasitas penuh 180 juta saset per bulan.

Selain itu, sambung Stevanus, salah satu perusahaan ekuitas pemodal SIDO, yakni Affinity Equity Patners, mencanangkan pertumbuhan dobel digit terhadap kinerja produsen minuman Kuku Bima Ener-G tersebut.

“Kami juga memprediksi laba bersih SIDO pada 2019—2020 setidaknya naik 17,6% yoy dan 17,1% yoy. Kami pun merekomendasikan beli terhadap sahamnya dengan target Rp1.120,” tuturnya.

Target harga Rp1.120 mencerminkan Price to Earning Ratio (PER) 19,8 kali. Adapun, pada hari ini, PER atau SIDO mencapai 20,1 kali.

Berikut Tabel Proyeksi Kinerja dan Saham SIDO (Rp miliar)

Variabel

2017

2018

2019*

2020*

2021*

Pendapatan

2.574

2.763

3.254

3.801

4.362

EBITDA

684

869

1.045

1.235

1.392

Laba bersih

534

664

781

914

1.023

EPS (Rp)

35,6

44,3

52

60,9

68,2

PE (x)

27,7

22,3

18,9

16,2

14,4

EV/EBITDA

20,6

16,2

13,5

11,4

10,1

*proyeksi

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sido muncul
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top