Penutupan Pabrik Bebani Kinerja Produsen Rajungan PCAR

Emiten produsen rajungan PT Prima Cakrawala Abadi Tbk. (PCAR) merasakan dampak penurunan kinerja akibat penutupan pabriknya di Semarang, Jawa Tengah, dan Indramayu, Jawa Barat.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  17:14 WIB
Penutupan Pabrik Bebani Kinerja Produsen Rajungan PCAR
Nelayan menjual rajungan hasil tangkapannya ke pengepul di Pabean udik, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (7/4). - Antara/Dedhez Anggara

Bisnis.com, SEMARANG—Emiten produsen rajungan PT Prima Cakrawala Abadi Tbk. (PCAR) merasakan dampak penurunan kinerja akibat penutupan pabriknya di Semarang, Jawa Tengah, dan Indramayu, Jawa Barat.

Pada semester I/2019, penjualan PCAR senilai Rp40,36 miliar, menurun 53,5% year on year (yoy) dari sebelumnya Rp86,8 miliar. Namun, beban pokok penjualan berkurang drastis sehingga laba bruto naik menuju Rp6,92 miliar dari semester I/2018 sebesar Rp3,21 miliar.

Sayangnya beban umum dan administrasi naik menuju Rp7,39 miliar dari sebelumnya Rp6,15 miliar. Selain itu, PCAR mencatatkan rugi investasi Rp1,78 miliar per Juni 2019, padahal sebelumnya belum ada.

Alhasil perusahaan mencatatkan rugi bersih Rp4,25 miliar. Rugi bersih tersebut membengkak dari semester I/2018 senilai Rp3,62 miliar.

Per Juni 2019, PCAR menggunakan kas untuk operasi Rp13,99 miliar dan investasi Rp4,5 miliar. Nilai itu menurun dibandingkan semester I/2018 masing-masing sebesar Rp39,39 miliar dan Rp13,79 miliar.

Arus kas per akhir periode Juni 2019 pun amblas menjadi Rp1,64 miliar dibandingkan semester I/2018 sebesar Rp9,42 miliar.

Ekuitas perusahaan pada semester I/2019 mencapai Rp83,95 miliar, turun dari akhir 2018 sebesar Rp88,45 miliar. Adapun, liabilitas terkoreksi menuju Rp28,72 miliar dari sebelumnya Rp28,97. Total aset PCAR pun mencapai Rp112,67 miliar, berkurang dari akhir tahun lalu Rp117,42 miliar.

Dalam keterbukaan informasi, Jumat 14 Agustus 2018, manajemen menyampaikan persoalan pemberhentian atau penutupan pabrik Prima Cakrawala Abadi di Semarang terkait Izin Usaha Industri (IUI).

PCAR tidak mendapatkan IUI dari instasi terkait mengingat kantor dan pabrik PCAR yang berlokasi di Jalan KRT Wongsonegoro, Semarang tidak berada di kawasan industri, dimana seharusnya diperuntukan untuk pemukiman.

Dampak ditolaknya IUI PCAR adalah pengunduran diri sebagian besar karyawan atau tenaga ahli yang bekerja pada kantor Semarang dan PCAR berhenti melakukan kegiatan produksi.

Perusahan pun berfokus kepada kegiatan ekspor dan produksi rajungan di kedua anak usaha yang dimiliki yakni PT Karya Persada Khatulistiwa (KPK) di Indramayu, Jawa Barat dan PT Nuansa Cipta Magello (NCM) yang berada di Makassar, Sulawesi Selatan.

Malang tak dapat ditolak, pada 8 Mei 2019, Corporate Secretary Prima Cakrawala Abadi Baradian Ferry S. menuturkan, perseroan menghentikan operasi pabrik yang berlokasi di Indramayu-Cirebon.

Alasan penutupan pabrik ialah terjadinya persaingan tidak sehat dalam pengadaan bahan baku di tingkat pemasok. Alhasil PCAR hanya bisa mengoperasikan satu pabrik di Makassar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perikanan, semarang, kinerja emiten

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top