Pengembangan Amphitheater hingga River Walk, Ini Rencana Ekspansi Kawasan Borobudur

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki sejumlah rencana besar terkait pengembangan kawasan di sekitar Candi Borobudur, Magelang.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  18:47 WIB
Pengembangan Amphitheater hingga River Walk, Ini Rencana Ekspansi Kawasan Borobudur
Ratusan payung warna-warni menghiasi jalan menuju candi Borobudur kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (19/6). Pemasangan payung tersebut untuk memperindah pemandangan Candi Borobudur sekaligus untuk memberikan rasa teduh kepada wisatawan. ANTARA FOTO - Anis Efizudin

Bisnis.com, MAGELANG—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki sejumlah rencana besar terkait pengembangan kawasan di sekitar Candi Borobudur, Magelang.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah Sinung Nugroho Rachmadi menuturkan, Pemrov mengarahkan pengembangan destinasi-destinasi wisata alternatif di sekitar Candi Borobudur. Hal tersebut juga bertujuan mengurangi beban candi sebagai warisan dunia.

“Ada beberapa usulan rencana besar, untuk mengurangi beban Candi Borobudur itu sendiri, yakni dengan pengembangan kawasan di sekitarnya,” ujarnya di Magelang, Senin (19/8/2019) malam.

Pertama, pengembangan konsep riverwalk di sepanjang Sungai Progo seluas 38 hektare, yang berjarak 4,6 km dari Candi Borobudur. Area sepadan sungai dapat dimanfaatkan untuk atraksi wisata.

Pengembangan itu juga seiring dan sejalan dengan pembentukan desa wisata yang ada di sekitar Borobudur. Ada sekitar 6 desa wisata yang berpotensi untuk dikembangkan.

Kedua, membuat konsep Borobudur walk, yaitu jalur pedestrian bagi pejalan kaki sepanjang 500 meter. Jalan itu menghubungkan Ruang Terbuka Hijau (RTH), pasar seni tradisional, dan Candi Borobudur.

Ketiga, pembangunan anjungan cerdas sebagai rest area dengan fasilitas terintegrasi, yakni parkir, toilet, restoran, souvenir, stan umkm. Rencananya anjungan akan dibuat di daerah Palbapang.

Keempat, pembangunan amphitheater sebagai tempat atraksi. Opsi ini masih didiskusikan dengan Pemerintah Kab. Magelang dan Perhutani perihal titik lokasinya.
 
Kelima, Pemprov Jateng juga mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk kolaborasi dengan Pemkab Magelang dalam mengembangan waduk. Kawasan Borobudur termasuk area krisis air saat musim kemarau, sehingga pembangunan waduk sangat penting.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jateng, borobudur

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top