Tarik 4,6 Juta Wisatawan, Candi Borobudur Kelebihan Beban Pengunjung

Sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas nasional, Candi Borobudur sudah kelebihan pengunjung. Oleh karena itu, pengembangan wisata alternatif di sekitar kawasan candi menjadi sangat penting.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  18:32 WIB
Tarik 4,6 Juta Wisatawan, Candi Borobudur Kelebihan Beban Pengunjung
Pengunjung menyaksikan matahari terbit pertama tahun 2019 di Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang Jawa Tengah, Selasa (1/1/2019). - ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Bisnis.com, MAGELANG—Sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas nasional, Candi Borobudur sudah kelebihan pengunjung. Oleh karena itu, pengembangan wisata alternatif di sekitar kawasan candi menjadi sangat penting.

Direktur Pemasaran Pariwisata BOB Agus Rochiyardi menyampaikan, pengembangan area di sekitar Candi Borobudur kian penting, karena candi sebagai warisan dunia (world heritage) sudah kelebihan beban. Kapasitas maksimal pengunjung candi sebetulnya hanya 128 orang per hari atau 21.120 orang per tahun.

Namun demikian, jumlah pengunjung Candi Borobudur membludak mencapai 4,6 juta orang per tahun, dengan komposisi wisatawan lokal 90% dan asing 10%.

“Untuk mengurangi beban Borobudur, kami prioritaskan pengembangan di sekitar kawasannya,” paparnya di Magelang, Senin (19/8/2019) malam.

BOB mengelola kawasan di sekitar Candi Borobudur seluas 309 ha. Namun, tidak semua lahan bisa dikembangkan karena meliputi perbukitan dan tebing Pegunungan Menoreh.

Ada sekitar 50 ha lahan yang dinilai paling potensial dan aman untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sarana amenitas. Saat ini, sudah ada tiga investor yang menyatakan minat mengelola lahan tersebut.

Adapun, 259 ha lahan sekitar Candi Borobudur lainnya dikelola BOB bersama dengan Perhutani. Area tersebut akan dibuat untuk sarana rekreasi kebudayaan, petualangan (adventure), serta kesehatan dan olah raga.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah Sinung Nugroho Rachmadi menuturkan, Borobudur merupakan magnet kuat pariwisata di Jateng. Pemprov mengarahkan pengembangan candi sebagai warisa dunia yang berkelanjutan.

Ada tiga posisi investor bila ingin menanamkan modal dan ikut mengembangkan kawasan Borobudur. Pertama, sebagai inisiator acara berskala internasional.

Kedua, investor dapat memanfaatkan destinasi baru, terutama pengembangan desa wisata. Ketiga, membuat destinasi wisata buatan.

“Itu yang kita tempatkan investor agar mau masuk,” imbuhnya.

Di desa wisata, investor dapat mengembangkan inti plasma, dan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Artinya, peluang untuk pengembangan desa wisata masih sangat besar.

Dari sisi infrastruktur, Pemprov mendorong pengembangan waduk untuk penyediaan air baku dan air bersih. Selain itu, area sepadan Sungai Progo seluas 38 ha, yang berjarak 4,6 km dari Borobudur, dapat menjadi atraksi wisata baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wisatawan, borobudur

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top