Pariwisata Menjadi Basis Ekonomi Baru Jateng

Pariwisata menjadi basis baru bagi perekonomian Jawa Tengah. Harapannya sektor tersebut dapat berkontribusi hingga 10% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  20:07 WIB
Pariwisata Menjadi Basis Ekonomi Baru Jateng
Pengunjung menyaksikan matahari terbit pertama tahun 2019 di Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang Jawa Tengah, Selasa (1/1/2019). - ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Bisnis.com, MAGELANG—Pariwisata menjadi basis baru bagi perekonomian Jawa Tengah. Harapannya sektor tersebut dapat berkontribusi hingga 10% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan, Jateng memang terlambat dibandingkan daerah lain seperti Bali dan DI Yogyakarta dalam mempromosikan potensi pariwisata. Namun, sektor pariwisata perlahan kian berkembang dan mendongkrak perekonomian.

“Harapannya sektor pariwisata Jateng kian bertumbuh, sehingg dapat menjadi basis ekonomi baru yang mengurangi kemiskinan dan pengangguran,” tuturnya di Magelang, Senin (19/8/2019) malam.

Agar dampak ekonomi pariwisata terasa bagi masyarakat, pengembangannya juga diutamakan dilakukan oleh masyarakat. Desa Dieng Kulon di Banjarnegara sudah cukup berhasil melakukan itu, karena warga setempat mampu membuat acara berskala internasional.

Menurut Yasin, pengembangan pariwisata oleh masyarakat tentunya akan memunculkan kearifan lokal dan semangat keberlanjutan terhadap lingkungan. Sektor pariwisata juga turut menjaga kebudayaan masyarakat setempat.

“Pariwisata yang baik itu tidak merusak bidaya dan ekosistem yang sudah ada. Makanya kami harap warga turut mempromosikan potensi wilayahnya,” imbuhnya.

Pariwisata juga mendorong sektor perekonomian masyarakat setempat yang sudah ada, seperti pertanian, peternakan, dan kuliner, serta memunculkan potensi baru berupa kerajinan tangan. Produk UMKM itu dapat menjadi souvenir bagi pengunjung.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah Sinung Nugroho Rachmadi menuturkan, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor andalan Jateng dalam mengejar pertumbuhan ekonomi 7% pada 2023.

“Harapannya, kontribusi pariwisata terhadap PDRB mencapai 10%,” tuturnya.

Pada kuartal II/2019, PDRB Jateng mencapai 5,62% dengan nilai Rp248,81 triliun. Kontribusi sektor penyediaan akomodasi, makanan, dan minuman sebesar Rp9,07 triliun atau 3,64%.

Kendati masih berkontribusi minim, pertumbuhan sektor akomodasi dan mamin mencapai 19,4% year on year (yoy), atau tertinggi dibandingkan sektor lainnya. Dengan demikian, potensi kontribusi sektor tersebut cenderung bertumbuh lebih cepat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top