Serap Dana Rp183 Miliar, Kawasan Kota Lama Semarang Kian Rapi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan penataan Kawasan Kota Lama Semarang (KKLS) tahap I.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 24 Agustus 2019  |  17:59 WIB
Serap Dana Rp183 Miliar, Kawasan Kota Lama Semarang Kian Rapi
Suasana Kota Lama yang sedang direvitalisasi, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (29/4/2019). Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah masih terus berupaya menjadikan kawasan Kota Lama Semarang sebagai kota pusaka dunia yang diakui UNESCO pada 2020 mendatang dan bersama Badan Pengelola Kawasan Kota Lama masih menyusun dokumen atau dossier agar pengajuannya diterima oleh pihak UNESCO. - Antara/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, SEMARANG—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan penataan Kawasan Kota Lama Semarang (KKLS) tahap I.

Sebelumnya, KKLS yang dikenal banyak terdapat bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya Eropa sebagai pusat perdagaaan pada masa Hindia Belanda. Namun, kondisinya kurang terawat, kusam bahkan menjadi daerah rawan kejahatan karena minim penerangan saat malam.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, setelah dilakukan penataan, KKLS siap menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Jawa Tengah.

“Penataan dilakukan agar kawasan lebih rapi, nyaman dan bisa menjadi tujuan wisata. Selama ini, wisatawan yang datang ke Semarang lebih banyak memilih berkunjung ke Candi Borobudur atau Pulau Karimunjawa,” ujarnya dalam siaran resmi, Sabtu (24/8/2019).

Setelah dilakukan penataan, kondisi jalan dan pedestrian di kawasan seluas 22 hektare sudah rapi menggunakan paving block dan dilengkapi pembatas.

Kemudian dibuat jaringan utilitas berupa kabel listrik, fiber optik, telepon, dan pipa PDAM di bawah tanah. Kementerian PUPR juga membuat jaringan drainase dan pembangunan dua kolam retensi yakni Kolam Berok dan Bubakan untuk mengurangi risiko genangan.

KKLS juga dilengkapi street furniture dimana disamping sebagai fasilitas pendukung juga menjadi spot wisatawan berswafoto.

Misalnya tempat pengisian daya ponsel yang dibuat berupa box telepon, kursi taman, tempat sampah, papan informasi, lampu penerangan jalan, dan halte.

Pekerjaan dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya secara bertahap sejak Desember 2017 hingga Juni 2019 dengan anggaran Rp183 miliar miliar. Pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya.

“Penataan juga bertujuan mewujudkan kota Semarang menjadi kota pusaka yang layak huni dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Basuki menyebutkan, nantinya KKLS bisa menjadi kawasan wisata yang mewadahi berbagai kegiatan masyarakat, seperti Car Free Day, festival seni budaya dan kuliner, yang akan meningkatkan ekonomi lokal.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, acara yang akan digelar dalam waktu dekat di KKLS adalah Festival Kota Lama Semarang pada 12—22 September 2019.

Kota Lama yang indah bak gadis cantik yang tertidur. Butuh banyak pangeran untuk menciumnya agar dia bisa hidup lagi.

“Seluruh indonesia mencoba membantu untuk menghidupkan Kota Lama. Teman-teman luar negeri juga datang untuk membantu. Festival ini adalah festival untuk mencium gadis cantik yang tidur itu,” katanya.

Ada banyak pertunjukan yang akan ditampilkan pada festival tersebut antara lain seni musik, menari, membaca puisi, kuliner, serta diskusi mengenai KKLS.

“Saya tunggu anda untuk hadir dan mari kita hidupkan kota lama. Terima kasih teman-teman yang sudah membantu,” ajak Ganjar.

Untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan KKLS, para pengunjung dihimbau untuk membuang sampah pada tempatnya, tidak melakukan vandalisme dan pencurian ornamen-ornamen street furniture.

Pengunjung juga diminta untuk memarkir kendaraan pada area yang sudah ditentukan karena KKLS didesain tidak ada kendaraan yang parkir di pinggir jalan, baik roda 2 maupun roda 4.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
semarang

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top