UNS Kukuhkan Ketua DK OJK Wimboh sebagai Guru Besar

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso diangkat sebagai Guru Besar Dosen tidak tetap Ilmu Manajemen Risiko pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret (UNS).
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  09:05 WIB
UNS Kukuhkan Ketua DK OJK Wimboh sebagai Guru Besar
Wimboh Santoso

Bisnis.com, SOLO—Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso diangkat sebagai Guru Besar Dosen tidak tetap Ilmu Manajemen Risiko pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret (UNS).

Dalam acara sidang senat pengukuhan pada Senin (26/8/2019), Wimboh akan menyampaikan pidatonya berjudul ‘Revolusi Digital New Paradigm di Bidang Ekonomi Keuangan’. Direncanakan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara tersebut.

Dikutip dari situs resmi OJK, jejak karir Wimboh Santoso dimulai sebagai pengawas bank di Bank Indonesia, usai ia menamatkan pendidikan sarjana ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 1983.

Wimboh kemudian melanjutkan studinya di University of Illinois dan meraih gelar master di bidang Business Administration di tahun 1993.

Tak sampai di situ, sia juga berhasil membawa pulang gelar Ph.D di bidang Banking Finance dari Loughborough University pada 1999.

Pengabdian pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah 15 Maret 1957 terhadap dunia perbankan Tanah Air berlanjut dengan menjabat sebagai Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan di Bank Indonesia pada 2010 hingga 2012.

Wimboh juga pernah mengemban tugas sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia di New York dan Direktur Eksekutif International Monetary Fund pada tahun 2013.

Sejak 2015, Wimboh menduduki kursi Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan pada  tahun 2016 ia menjadi Direktur Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia.

Delegasi Bank Indonesia di pertemuan G20, Financial Stability Board dan The Bassel Comittee on Banking Supervision di tahun 2010, serta Co-Chair on Asean Banking Integration Framework tahun 2014 ini mengantongi sejumlah sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan (LSPP).

Di antaranya Kompetensi Manajemen Risiko Level 1 dan 2, Facing Global Challenges for Better Economic Growth in 2017, serta Managing Compliance Risk While Controlling Cost.

Hingga kini, Wimboh yang masih aktif sebagai pengajar di beberapa universitas ternama di Indonesia, baik untuk program Sarjana maupun Pasca Sarjana ini juga telah menorehkan sederet prestasi dan karya tulis.

Di antaranya adalah E¬ffective Financial System Stability Framework dan The Impact of Global liquidity on Financial Landscapes and risk in the ASEAN-5 Countries tahun 2007, Risk Profile of Households and the Impact on Financial Stability tahun 2009, dan masih banyak lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wimboh santoso

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top