Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Semarang Didorong jadi Kota Layak Anak

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak mendorong agar Kota Semarang segera memenuhi persyaratan untuk menjadi Kota Layak Anak (KLA).
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 16 September 2019  |  20:22 WIB
Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Elvi Hendrani (tengah) bersama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kanan) saat mengunjungi SMP 33 Semarang dalam kampanye program sekolah ramah anak - Alif
Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Elvi Hendrani (tengah) bersama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kanan) saat mengunjungi SMP 33 Semarang dalam kampanye program sekolah ramah anak - Alif

Bisnis.com, SEMARANG -  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak mendorong agar Kota Semarang segera memenuhi persyaratan untuk menjadi Kota Layak Anak (KLA).

Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Elvi Hendrani mengatakan, saat ini Kita Semarang sudah memenuhi 50% dari total 24 persyaratan KLA dari pemerintah. 

"Semarang saat ini masuk dalam kategori nindya untuk KLA, sehingga kami mendorong Pemkot Semarang untuk meningkatkan menjadi kategori utama," kata Elvi di Semarang Senin (16/9/2019).

Dia menjelaskan, di Indonesia terdapat empat kota yang menyandang predikat KLA kategori utama yakni Denpasar, Solo, Makasar dan Surabaya. Dia berharap, Semarang bisa menyusul keempat kota tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan akan memenuhi persyaratan untuk menjadi KLA kategori utama. 

Kendati demikian, Hendi menyayangkan terkait administrasi menjadi pengurangan nilai, sehingga ditahu ini Semarang belum masuk dalam KLA. Namun ia menegaskan tahun depan Kota Semarang menuju ke KLA.

"Ada beberapa hal yang belum memenuhi syarat. Seperti peraturan walikota [perwal] untuk menguatkan, ini yang belum diwujudkan. Saya rasa pembuatan perwal sepanjang melalui kajian yang ada satu bulan ini selesai. Sehingga tahun depan Kota Semarang memiliki wajah baru,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota layak anak semarang
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top