Kebakaran Gunung Slamet, Lima Kabupaten Terdampak

Mmenurut Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0701/Banyumas Letnan Kolonel Infanteri Chandra, kebakaran hutan dan lahan itu sudah berlangsung dua hari.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 September 2019  |  12:05 WIB
Kebakaran Gunung Slamet, Lima Kabupaten Terdampak
Warga berusaha memadamkan kebakaran bukit di Desa Kalibakung, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (4/9/2019). - ANTARA / Oky Lukmansyah.

Bisnis.com, PURWOKERTO – Kebakaran hutan dan lahan di lereng sebelah Barat Gunung Slamet, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dilanda kebakaran dan telah merembat ke wilayah Banyumas.

Mmenurut Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0701/Banyumas Letnan Kolonel Infanteri Chandra, kebakaran hutan dan lahan itu sudah berlangsung dua hari.

“Masuk ke wilayah kita melalui Kaligua [Brebes] ke Cilongok [Banyumas] merupakan rembesan dari Brebes dan Tegal, tindak lanjutnya ke selatan, mengarah ke wilayah kita, masuk di Petak 58D, itu wilayah Perhutani,” katanya, Sabtu (21/9/2019).

Menurutnya, di Perhutani yang terdampak hutan lindung, sehingga sangat perlu dilakukan penanganan segera karena mengganggu ekosistem.

Pihaknya pada Jumat (20/9) hingga Sabtu (21/9) pagi telah memberangkatkan tiga tim ke lokasi kejadian karhutla.

“Tim pertama kita berangkatkan pada hari Jumat (20/9), pukul 16.00 WIB, di Kalipagu (Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Banyumas), tapi naiknya dari Kebun Raya Baturraden. Itu berjumlah 18 orang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, masyarakat sekitar,” lanjutnya.

Selanjutnya pada pukul 23.30 WIB, tambah dia kembali diberangkatkan tim kedua berjumlah 31 orang melalui rute yang sama untuk memperkuat tim pertama.

“Sampai tadi malam sudah sampai di Check Point 2, kemudian melakukan kegiatan pembuatan sekat. Hal ini dilakukan agar api itu tidak merambat lagi ke sektor yang nantinya akan dilalui. Kemudian di sana ditemui sudah ada asap, debu, sehingga dimungkinkan api akan melewati wilayah itu,” jelasnya.

Pada Sabtu (21/9) pagi diberangkatkan tim ketiga sejumlah 41 orang untuk mengantisipasi atau menutup jalur lain yang kemungkinan akan dilewati api jika tim kedua tidak bisa mengatasinya.

Hingga saat ini, lanjutnya, penanganan masih berlangsung serta Kodim bersama Bupati Banyumas, Kapolres Banyumas, dan BPBD Kabupaten Banyumas terus memantau perkembangan.

“Sampai pagi ini, tim kita telah mendirikan posko di Kebun Raya Baturraden. Perkembangan nanti akan kita laporkan karena memang agak sulit mencapai atau melihat titik api tersebut. Ini nanti kita berupaya menggunakan drone, kita punya drone yang (jangkauannya) sampai 10 kilometer,” terangnya.

Lima Kabupaten

Sebagai tindak lanjut penanganan karhutla di lereng Gunung Slamet, pada hari Minggu akan dilakukan rapat bersama yang melibatkan lima kabupaten terdampak, yakni Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes.

Lebih lanjut, Candra mengakui dalam penanganan karhutla tersebut difokuskan dengan cara membuat sekat karena kejadiannya di hutan rimba dengan medan yang sangat berat dan banyak jurang.

Dalam pembuatan sekat, kata dia pihaknya membuat perkiraan-perkiraan jalur yang akan dilalui api sehingga diharapkan dapat terisolasi.

“Ini langkah-langkah yang kita sudah kita lakukan termasuk menyiapkan medis di Check Point 0, pembuatan posko, kemudian sukarelawan juga kita siapkan di posko,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran hutan, gunung slamet

Sumber : Antara

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top