Kisah Mbah Bero, Peziarah Hilang di Klaten Ditemukan di Wonogiri

Mbah Bero, 61, peziarah yang sebelumnya menghilang di kompleks Makam Sunan Pandanaran, Desa Paseban, Kecamatan Bayat memang telah ditemukan di Wonogiri.
Taufik Sidik Prakoso
Taufik Sidik Prakoso - Bisnis.com 29 September 2019  |  13:44 WIB
Kisah Mbah Bero, Peziarah Hilang di Klaten Ditemukan di Wonogiri
Sukarelawan berkoordinasi untuk melakukan pencarian peziarah asal Blitar, Jawa Timur, bernama Bero, 61, yang menghilang di kompleks Makam Sunan Pandanaran, Paseban, Bayat, Klaten, sejak Minggu (22/9/2019). - Istimewa/BPBD Klaten

Bisnis.com, KLATEN — Mbah Bero, 61, peziarah yang sebelumnya menghilang di kompleks Makam Sunan Pandanaran, Desa Paseban, Kecamatan Bayat memang telah ditemukan di Wonogiri. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dia bisa berpindah sejauh itu tanpa membawa apa-apa.

Warga Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, itu ditemukan di wilayah Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Jumat (27/9/2019). Ketua Sukarelawan Pandanaran Bayat, Kusdaryatno alias Nano, mengatakan keberadaan Bero diketahui setelah ada unggahan di media sosial (medsos) jika Bero sudah berada di Polsek Selogiri, Wonogiri.

“Jumat sore itu kami mendapatkan informasi kalau Mbah Bero berada di Tasikmadu, Karanganyar. Kami telusuri informasinya bersama SAR Klaten dan Polsek Bayat, ternyata dia sudah berada di Polsek Selogiri pada malam harinya. Setelah kami pastikan kebenaran informasi itu, kami menjemputnya dan dibawa ke Paseban, Bayat. Saat ditemukan kondisinya sehat meskipun masih bingung,” kata Nano saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (28/9/2019).

Soal perjalanan Bero bisa sampai ke Wonogiri belum bisa dipastikan. Kondisi Bero yang tidak bisa baca dan tulis serta mengalami persoalan mental membuat dia sulit berkomunikasi hingga tak bisa dipastikan cara dia berpindah tempat dari Paseban hingga Selogiri.

Namun sukarelawan memperkirakan Bero berjalan kaki serta menumpang berbagai transportasi. Hal itu berdasarkan informasi yang diterima sukarelawan dari berbagai sumber yang pernah bertemu orang sesuai ciri-ciri Bero.

“Keyakinan kami, Mbah Bero itu dari makam berjalan dan di tengah perjalanan dia meminta tolong. Awalnya terdeteksi di Polsek Bulu. Dari Polsek Bulu itu kami dapat informasi dia menuju ke Karanganyar menumpang truk karena saat ditanya dia jawabnya dari Karanganyar. Dari Karanganyar kemungkinan menumpang transportasi lagi hingga ke Wonogiri,” ungkap Nano.

Bero sudah dijemput oleh keluarganya untuk dibawa kembali ke kampungnya di Blitar. Sukarelawan menyerahkan Bero ke keluarga pada Sabtu pagi. Nano mengatakan awalnya Bero berada di warung angkringan samping Mapolsek Selogiri. Oleh aparat polsek setempat, Bero dibawa ke mapolsek dan menyebarkan informasi tentang keberadaan Bero.

Sebelumnya, pencarian Bero dilakukan setelah pria tersebut terpisah dari rombongannya pada Minggu (22/9/2019) malam. Seusai berziarah di Makam Sunan Pandanaran, rombongan asal Blitar menuruni anak tangga di Bukit Jabalkat menuju terminal. Di tengah perjalanan, Bero kembali ke kompleks makam untuk mengambil sandalnya yang ketinggalan.

Rombongan yang menumpang satu bus mulai khawatir lantaran Bero tak kunjung tiba di terminal. Mereka lantas mencari Bero sekitar sejam. Informasi menghilangnya Bero itu lantas disampaikan ke pengelola makam yang berkoordinasi dengan sukarelawan untuk melakukan pencarian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
unik

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top