Ratusan Demonstran di Jateng Tuntut Keadilan

Ratusan mahasiswa dari Aliansi Semarang Raya berhasil masuk ke halaman gedung DPRD Jawa Tengah.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 30 September 2019  |  17:43 WIB
Ratusan Demonstran di Jateng Tuntut Keadilan
Ratusan mahasiswa Aliansi Semarang Raya saat memasuki halaman DPRD Jateng. - Bisnis/Alif N.

Bisnis.com, SEMARANG - Ratusan mahasiswa dari Aliansi Semarang Raya berhasil masuk ke halaman gedung DPRD Jawa Tengah. Pasalnya, pihak kepolisian sudah membuka pintu gerbang kantor DPRD Jateng.

Dari pantauan Bisnis salah satu orator tanpa henti menyuarakan kepada seluruh pendemo terus menyuarakan bertemu dengan pimpinan DPRD Jateng. Mereka menuntut keadilan atas meninggalnya salah satu mahasiswa di Kendari beberapa waktu.

Selain itu, mereka juga menuntut DPR RI mencabut draft RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan dan Mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, dan RUU Masyarakat Adat, menuntut Presiden untuk mengeluarkan PERPUU Pencabutan UU KPK dan UU Sumber Daya Air.

Sebelumnya, pihak kepolisian sudah menyiagakan 400 personel dan empat watercanon untuk mengamankan demonstrasi.

Kabag Ops Polrestabes Semarang, AKBP Iga DP Nugraha mengatakan, personel yang datang termasuk gabungan dari Ditreskrimum, Dit Intel, Propam, Sabhara, dan Brimob Polda Jateng.

"400-an ya gabungan Polrestabes dan Polda," kata Iga di halaman kantor Gubernur Jateng yang masih satu komplek degan Gedung DPRD Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (30/9/2019).

Sementara itu, watercannon yang disiapkan merupakan milik Polrestabes Semarang 1 unit, Sabhara Polda Jateng 2 unit, Brimob Polda Jateng 1 unit.

Dia menegaskan, peralatan yang dibawa selain watercannon yaitu tongkat, tameng, dan gas airmata. Namun peralatan itu digunakan sebagai upaya terakhir saja jika nantinya terjadi hal yang tidak diinginkan. Menurutnya, pada unjuk rasa yang sebelumnya digelar situasi kondusif sehingga peralatan itu tidak perlu digunakan.

"Alat itu untuk upaya terakhir sekali. Dan sampai saat ini penyampaian pendapat bisa dikatakan kondusif baik peserta dan yang dituju sama-sama mengerti," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
demonstrasi

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top