Ekspor Sarang Burung Walet Asal Jawa Tengah Dipacu

Sistem Barantan IQFAST di Jateng yang mencatat ada 56 eksportir walet dengan 31 rumah walet.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  13:08 WIB
Ekspor Sarang Burung Walet Asal Jawa Tengah Dipacu
Petugas memeriksa kemasan sarang burung walet. - Antara/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, SEMARANG – Kementerian Pertanian (Kementan) memacu ekspor sarang burung walet (SBW) khususnya di Jawa Tengah.

Kepala Karantina Pertanian Semarang, Wawan Sutian, menyebutkan data dari sistem otomasi Barantan IQFAST di Jateng yang mencatat ada 56 eksportir walet dengan 31 rumah walet.

"Total ekspor pada periode Januari hingga September 2019 di Jateng tercatat 38 ton senilai Rp1,06 triliun atau hampir 50% dari capaian nilai ekonomi SBW nasional yang mencapai Rp2,2 triliun," kata Wawan melalui siaran persnya, Rabu (9/10/2019).

Wawan juga menjelaskan bahwa untuk eksportasi sarang walet khusus ke Cina memiliki persyaratan teknis diantaranya berasal dari rumah walet dan prosesing yang teregistrasi di Barantan dan General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC).

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil mengatakan, setelah sebelumnya di tahun 2015 pasar tujuan utama SBW asal Indonesia ke negeri Cina sempat ditutup, kini Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian mencatat data lalu lintas eksportasi SBW dalam kurun waktu tiga tahun terakhir menunjukan tren peningkatan yang signifikan. Tercatat di 2018 sebanyak 1.200 ton dengan nilai ekonomi Rp3,6 triliun.

"Sudah menjadi tugas kami ketika terjadi hambatan dagang berupa persyaratan teknis, maka negosiasi harmonisasi peraturan kita lakukan. Sekarang kita jaga, kita pastikan produk yang diekspor sehat dan aman," katanya.

Menurut Jamil, selain melakukan upaya ini, pihaknya juga lakukan percepatan dan fasilitasi layanan perkarantinaan serta aspek kelestarian alam juga menjadi fokus pengembangan industri SBW.

Jamil menegaskan, bahwa SBW yang diekspor berasal dari rumah walet yang sudah teregistrasi. Bukan berasal dari gua, karena selain tidak mencukupi jumlahnya dalam skala industri, SBW asal gua juga tidak memenuhi persyaratan ketelusuran (traceability).

Dia menambahkan, sistem audit registrasi meliputi pemeriksaan dokumen baik regulasi formal maupun dokumen sistem keamanan pangannya serta pemeriksaan langsung ke lokasi rumah walet dan rumah prosesingnya.

"Burung walet itu sumber dari SBW dan dari merekalah kita bisa ekspor, makanya tidak mungkin kita mengabaikan aspek kelestariannya," katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jawa tengah, ekspor sarang walet

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top