Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belajar Sistem Agroekologi, Petani Korea Selatan Kunjungi Bantul

Pemerintah Kabupaten Bantul menerima kunjungan Korean Women Peasant Association ke Serikat Petani Indonesia wilayah Yogyakarta.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 28 November 2019  |  20:14 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Kabupaten Bantul menerima kunjungan Korean Women Peasant Association ke Serikat Petani Indonesia wilayah Yogyakarta.

Petani dari Korea Selatan itu tertarik memelajari budaya dan tradisi pertanian di Tanah Air, khususnya pertanian berkonsep agroekologi.

Sumantoro, Ketua DPC Serikat Petani Indonesia Bantul, menyampaikan Serikat Petani Indonesia mencoba menggunakan model agroekologi atau pertanian alami. Di sisi lain, produktivitas tanaman cukup menggembirakan.

“[Model agroekologi] untuk menjawab pertanyaan pertanyaan yang selama ini menggunakan pupuk kimia yang menimbulkan penyakit penyakit kanker. Selain itu, Keunggulan petani di Bantul, kita bisa menanam padi 2 kali dalam setahun dan selebihnya adalah palawija,” tuturnya dalam siaran resmi, Kamis (28/11/2019).

Wakil Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, mengatakan pihaknya bersama dengan petani sedang mengembangkan agroekologi dalam bentuk pengembangan pertanian organik. Sebelumnya Bantul sudah mengalami dampak dari pertanian anorganik terhadap kerusakan lingkungan dan ketidak berlangsungan pertanian dalam jangka panjang.

“Beberapa desa di Kabupaten Bantul sudah banyak kelompok kelompok petani agroekologi ini. Sehingga ke depan pemerintah perlu mengembangkan sistem pertanian yang lebih ramah terhadap lingkungan agar produksi yang dihasilkan lebih baik dan lebih higienis,” ujarnya.

Abdul Halim percaya bahwa petani Indonesia dan sudah dunia mengetahui tentang pentingnya mengembangkan pertanian organik. Pasalnya, eksploitasi berlebihan berupa penggunaan pupuk kimia dapat merusak kesuburan lahan.

“Ini adalah tantangan kita bukan hanya di Indonesia maupun di Korea Selatan, tetapi tantangan dunia yang harus melanggengkan atau melanjutkan pertanian dengan lebih baik dan lebih sehat untuk masa depan anak cucu kita,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top