Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dorong Transparansi, Ini Rincian APBD Kabupaten Semarang

Pemerintah Kabupaten Semarang terus mendorong transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  20:58 WIB
Nelayan beraktivitas di sekitar karamba budi daya ikan air tawar di Danau Rawa Pening, Desa Asinan, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/7/2019). - ANTARA/Aji Styawan
Nelayan beraktivitas di sekitar karamba budi daya ikan air tawar di Danau Rawa Pening, Desa Asinan, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/7/2019). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, SEMARANG -  Pemerintah Kabupaten Semarang terus mendorong transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Struktur APBD Kabupaten Semarang tahun 2020 terdiri dari pendapatan sebesar Rp2,362 triliun yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp479,870 miliar, dana perimbangan Rp1,394 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp487,686 miliar.

Sedangkan untuk pos belanja langsung dan tidak langsung total sebesar Rp2,454 triliun. Sementara itu untuk pos pembiayaan terdiri dari penerimaan Rp94,925 miliar, pengeluaran Rp2,783 miliar dan pembiayaan netto Rp92,142 miliar.

Dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, Senin (13/1/2020) Bupati Kabupaten Semarang Mundjirin saat menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD tahun 2020 kepada seluruh Kepala meminta para kepala SKPD dapat melaksanakan tugas dengan baik dan sesuai peraturan yang berlaku.

Bupati berharap dengan struktur seperti itu, para Kepala SKPD dan jajarannya dapat melaksanakan kegiatan sesuai peruntukannya dan memperhatikan prinsip keuangan yang efisien.

Adapun sebanyak 46 kepala satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) Kabupaten Semarang sepakat untuk mencegah praktik kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN).

Sekda Kabupaten Semarang Gunawan Wibisono menyampaikan, di antara poin pakta integritas itu adalah berperan aktif mencegah dan memberantas praktik KKN di lingkungan kerja masing-masing. 

“Kami bersedia menanggung segala konsekuensi jika melanggar komitmen dalam pakta integritas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata tukas Gunawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbd semarang
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top