Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kakek 85 Tahun Bingung Bila Tergusur Tol Solo-Yogyakarta

Warga Purwomartani, Kalasan, mulai mendapatkan sosialisasi rencana pembangunan jalan tol.
Suasana sosialisasi jalan tol di Balai Desa Purwomartani Kalasan, Senin (13/1/2020)./JIBI
Suasana sosialisasi jalan tol di Balai Desa Purwomartani Kalasan, Senin (13/1/2020)./JIBI

Bisnis.com, SLEMAN — Warga Purwomartani, Kalasan, mulai mendapatkan sosialisasi rencana pembangunan jalan tol. Di desa ini, kebutuhan lahan jalan tol sekitar 44 hektare dengan 639 bidang tanah.

Luasnya tanah yang dibutuhkan karena di lokasi ini akan dibangun simpang susun (junction).

"Karena banyaknya warga yang terdampak, maka sosialisasi kami bagi tiga tahap. Mulai hari ini (kemarin), besok (hari ini) dan lusa (Rabu mendatang)," kata Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Krido Suprayitno, Senin (13/1/2020).

Dalam sosialisasi tersebut, setidaknya 215 orang hadir. Mereka berasal dari tiga dusun berbeda mulai Kadirojo 1, Kadirojo 2, dan Karanglo. "Hari ini ada sekitar 200 pemilik bidang yang diundang. Sepuluh bidang di antaranya adalah tanah kas desa," kata Krido.

Dia menjelaskan sosialisasi tersebut masih dalam tahap untuk memberikan gambaran awal ke masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat mengatahui bidang tanah yang terdampak proyek. "Ini baru sosialisasi. Detailnya bidang yang terkena dampak pembangunan akan diperoleh warga saat uji publik nanti," ujar Krido.

Setelah sosialisasi, pihaknya memberikan waktu dua minggu kepada desa untuk melakukan sinkronisasi data (validasi data tanah). Hal itu dilakukan untuk mengetahui lebih pasti, data pemilik tanah.

"Setelah validasi data selesai baru kami gelar konsultasi publik. Kami targetkan konsultasi publik pada awal Maret nanti. Di mulai dari sisi Sleman Timur. Saat ini, kami nasih fokus untuk menyelesaikan sosialisasi dulu," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang peserta sosialisasi Bejo, warga Karanglo, Purwomartani mengaku pasrah dengan rencana proyek jalan tol tersebut. Meskipun begitu, dia mengaku bingung karena tempat tinggal yang dia huni puluhan tahun harus direlakan untuk pembangunan jalan tol.

"Saya sudah tua. Usia saya sudah 85 tahun. Saya bingung, mau pindah kemana. Entah gimana lagi nggak punya rumah," katanya.

Selama ini, dia tinggal dengan anak dan cucunya. Dia berharap agar pemerintah juga memikirkan lokasi baru untuk tempat tinggalnya kelak jika rumah satu-satunya hilang. "Harapannya saya sudah tipis, sudah tua gini. Kalau bisa dicarikan tempat tinggal yang baru, saya ucapkan terima kasih," harap Bejo.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Sumber : JIBI/Harian Jogja
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper