Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penemu Fosil Gading Gajah 4 Meter Berharap Kompensasi Layak

Penggalian fosil gading purba itu melibatkan lima warga lain di Dukuh Bonagung.
Moh Khodiq Duhri
Moh Khodiq Duhri - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  13:59 WIB
Warga di Dukuh/Desa Bonagung RT 025, Tanon, Sragen, menata serpihan fosil hingga membentuk gading gajah sepanjang 4 meter, Sabtu (25/1/2020). - JIBI/Tri Rahayu
Warga di Dukuh/Desa Bonagung RT 025, Tanon, Sragen, menata serpihan fosil hingga membentuk gading gajah sepanjang 4 meter, Sabtu (25/1/2020). - JIBI/Tri Rahayu

Bisnis.com, SRAGEN – Puryanto, 42, warga Dukuh/Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen, urung menyerahkan 20 fragmen fosil gading gajah purba temuannya kepada Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran.

Saat ditemui tim dari BPSMP Sangiran dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Puryanto belum bisa mengambil keputusan terkait perawatan 20 fragmen fosil gading gajah purba temuannya itu. Pada dasarnya, dia tidak keberatan fosil gading gajah purba itu diserahkan kepada BPSMP Sangiran.

Akan tetapi, dia ingin mendapat kepastian terkait nilai dari kompensasi yang akan diberikan kepadanya. Pasalnya, penggalian fosil gading purba itu melibatkan lima warga lain di Dukuh Bonagung.

“Kalau kompensasinya menurut kami wajar, kami bisa berikan fosil itu ke museum [BPSMP Sangiran]. Kalau kompensasinya kurang wajar, lebih baik kami merawat sendiri fosil itu. Saya jamin fosil itu akan aman di rumah. Fosil itu tidak akan hilang karena akan kami jaga sebaik-baiknya,” jelas Puryanto kepada tim dari BPSMP Sangiran dan Disdikbud Sragen yang datang ke Bonagung, Senin (27/1/2020).

Kasi Perlindungan BPSMP Sangiran, Dody Wiranto, mengemukakan masyarakat diperbolehkan merawat benda cagar budaya secara mandiri sesuai amanat UU No. 11/2010 tentang Cagar Budaya. Menurutnya, ada banyak museum benda cagar budaya yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Kendati begitu, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi jika masyarakat ingin merawat benda cagar budaya itu secara mandiri. Beberapa syarat itu adalah bersedia melaporkan koleksi museum secara berkala, informasi yang disampaikan kepada pengunjung dipastikan benar, bersedia melakukan konservasi secara berkala, dan mau menjaga benda cagar budaya itu supaya tidak hilang.

“Benda cagar budaya itu kan aset negara, jadi jangan sampai hilang kalau dirawat mandiri oleh masyarakat,” ucap Dody.

Hasil dari identifikasi 20 fragmen fosil gading gajah purba itu selanjutnya akan dikaji oleh tim. Dody memperkirakan fosil gading gajah purba itu sudah berusia sekitar 700.000 tahun. Dody belum bisa memastikan berapa kompensasi yang diberikan kepada Puryanto bila fosil gading gajah purba itu diserahkan ke BPSMP Sangiran.

“Besar kecilnya kompensasi itu tergantung jenis dan ukuran fosil yang ditemukan. Kompensasi paling tinggi tentu temuan fosil manusia purba. Tiga tahun lalu, ada warga yang menemukan tulang di dekat telinga homo erectus di Manyarejo. Saat itu, warga penemu fosil manusia purba itu diberi kompensasi sebesar Rp15 juta,” papar Dody.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sragen unik

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top