Antisipasi Virus Corona, KKP Bandara Ahmad Yani Siagakan 14 Petugas Medis

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang menyiagakan 14 petugas khusus di Bandara Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, untuk antisipasi penyebaran virus corona.
Alif Rizqi
Alif Rizqi - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  02:26 WIB
Antisipasi Virus Corona, KKP Bandara Ahmad Yani Siagakan 14 Petugas Medis
Simulasi penanganan virus Corona di Bandara Ahmad Yani Semarang.

Bisnis.com, SEMARANG - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang menyiagakan 14 petugas khusus di Bandara Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, untuk antisipasi penyebaran virus corona.

Kepala KKP Semarang, Ariyanti mengatakan, petugas yang disiagakan meliputi dokter, paramedis, surveilans epidemiologi, petugas laboratorium dan pengendalian lingkungan.

"Bukan hanya itu, kita juga bekerja sama dengan beberapa instansi seperti bea cukai, imigrasi dan lainnya untuk berbagi peran masing-masing,” kata di sela-sela kegiatan simulasi penanganan virus corona di Bandara Ahmad Yani, Kamis (30/1/2020).

Dia mengatakan, simulasi tersebut untuk mengantisipasi masuknya virus corona, dari lalu lintas manusia melalui bandar udara. Khususnya, penanganan saat mendapati pasien yang dicurigai terinveksi virus tersebut.

“Mulai dari pengawasan tiap penumpang terutama yang datang dari luar negeri, scanner suhu tubuh. Jika ditemukan suhu tubuh tinggi, maka dilakukan pemeriksaan lanjut. Dan jika ada indikasi bisa dirujuk ke RSUD Kariadi, karena yang ditunjuk oleh pemerintah,” ujarnya.

Ditambahkannya, bak penanganan kasus yang sebenarnya, petugas dibekali alat dan perlindungan diri sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Bisa dilihat tadi, petugas memakai baju khusus, sepatu, sarung tangan dua lapis, masker, APD (alat pelindung diri) lengkap,” jelas Ariyanti.

Hingga saat ini, tegasnya, belum ditemukan kasus pasien yang terpapar novel corona virus, di Jawa Tengah. “Belum ada, sampai saat ini belum ada,” katanya.

Sementara itu General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani, Hardi Ariyanti menambahkan, selain kesiapsiagaan petugas, juga disiagakan alat scanner tubuh untuk mendeteksi kondisi penumpang. Dan, disiapkan ruang pemeriksaan, isolasi dengan tekanan udara negatif, kapsul tekanan udara negatif.

“Ini baru satu-satunya simulasi yang dilakukan di bandara di Indonesia. Ini sebagai bentuk kesiapsiagaan dan antisipasi terhadap novel corona virus,” ucapnya.

Tindakan lain, pihaknya juga telah menutup akses penerbangan Semarang-Tiongkok.

“Sudah kita tutup, sejak maraknya isi virus ini. Penutupan dilakukan sampai situasi dan kondisi kembali normal," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top